Pesan Dies Natalis HMI Dari Nusa Kenari

Pesan Dies Natalis HMI Dari Nusa Kenari

- in Daerah
180
0

Kalabahi IndonesiaVisioner-. Tepat tanggal 5 Februari 2018 kader HMI seantero Indonesia merayakan diesnatalis HMI ke 71. Tak ketinggalan HMI dan Korps Alumni HMI (KAHMI) Alor. Kepada media ini mantan Ketua Umum HMI Cabang Kupang, Muhammad Daing Kinangi katakan, perayaan milad HMI ke 71 ini sebagai momentum kader HMI melakukan flashback untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan HMI sejak berdiri pada 5 Februari 1947.

Muhammad yang juga merupakan direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Alor ini juga katakan, HMI lahir berdasarkan tiga pilar utama sejarah pergerakannya. Lanjutnya, “kita kenal ada tiga basic demand HMI yang merupakan etape penting perjalanan HMI.” Etape penting basic demand HMI tersebut adalah, masa penjajahan, masa revolusi dan masa pembangunan.

Menurut alumni FH Undana ini, kita perlu meletakkan milad HMI ini dalam kancah sejarah dan peran aktual HMI pada masa yang akan datang. Pasca reformasi 1998 dan memasuki fase demokrasi langsung, arah gerak kader HMI harus bisa menjawab tuntutan kekinian. Karena demokrasi langsung, turut merubah langgam sosial, politik dan ekonomi.

Tuntutan itu diantaranya, menjadikan HMI sebagai organisasi pembelajaran (learning organization), sebagai social movemen dan organ civil society. Tuntutan basic demand HMI hari ini menurut Muhammad, berbeda dengan masa lalu di awal sejarah perjuangan HMI.

Sesuai dengan kondisi kekinian itulah, HMI perlu memodernisasi pergerakannya sebagai organisasi kepemudaan. Banyak hal yang sudah berubah, oleh sebab itu interprestasi basic demand HMI, pun perlu ditafsirkan kembali secara progresif dalam menyuplai daya juang kader HMI.

Khusus di kabupaten Alor, kata Muhammad, sejak berdirinya, HMI telah memberikan sumbangsih bagi proses kaderisasi kepemimpinan. Baik di jajaran elit birokrasi pemerintahan, di jalur politik daerah dan kelembagaan sosial kabupaten Alor.
“Saya berharap, ke depan, HMI Cabang Alor semakin menunjukkan signifikansi perannya.

Oleh sebab itu, melalui proses perkaderan, HMI Cabang Alor perlu terus merevitalisasi kurikulum perkaderan untuk kebutuhan kontinuitas organisasi dan untuk kebutuhan kabupaten Alor.” Demikian pungkas Muhammad. (Marwan-Vis)

 

Facebook Comments