APMAM Laporkan Dugaan Korupsi Bupati Keerom Ke Kejagung RI

APMAM Laporkan Dugaan Korupsi Bupati Keerom Ke Kejagung RI

- in Daerah
375
0

Jakarta-Koordinator Aliansi Mahasiswa Anti Mafia (APMAM) Affandi Somar melaporkan kembali kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dan penggelapan jabatan yang nama Bupati Keerom, Muhammad Markum dan istrinya Cicih Mintasarih. Kali ini APMAM melaporkan ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

“Hari ini kami datangi Kejagung agar laporan penyelewengan dana APBD tahun anggaran 2010 sebesar Rp14M, dimana diduga dana APBD masuk ke rekening pribadi istri Wakil Bupati Keerom, maka Kejagung segera menindak lanjuti laporan kami,” kata Afandi Somar, Senin (17/12/2018).

Afandi menyampaikan bahwa beberapa berkas bukti penguat dugaan terhadap kasus tersebut diserahkan ke Kejagung secara langsung.

“Kejagung harus memperhatikan dan segera mengadakan penyelidikan di kabupaten Keerom yang melibatkan saudara Muhammad Markum selaku Bupati,” tegas Afandi

Sebelumnya Koordinator Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia (APMAM) melaporkan Bupati Keerom dan istrinya ke KPK.

APMAM menemukan dugaan tindak pidana pencucian uang yang terjadi di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Dimana pada tahun 2010 lalu Dinas Pendapatan Keuangan melalui Bank Papua cabang Arso menyetorkan dana sebesar Rp14 miliar untuk proyek yang dijalankan oleh kontraktor atas nama PT. Korina Jaya Lestari.

Namun pada saat itu dikabarkan PT Korina Jaya Lestari memiliki utang kepara Markum yang saat itu masih menjabat sebagai wakil Bupati Keerom. Meskipun begitu sharusnya kewajiban pembayaran kontraktor tetap dilakukan sesuai rule yang ada.

Namun sayangnya, dana tersebut justru ditransferkan ke rekening pribadi istri Bupati atas nama Cicih Mintarsih oleh Bank Papua tanpa sepengetahuan kontraktor tersebut.

“kami tekankan sekali lagi kepada para penegak hukum segera memproses laporan kami, jangan sampe membuat masyarakat marah atas korupsi yang merugikan rakyat,” tutupnya.

Facebook Comments