Pejabat Import: Menurunnya Kualitas SDM pribumi atau Meningkatnya Nilai Transaksional? Masyarakat Tanbu Bersuara!!

Pejabat Import: Menurunnya Kualitas SDM pribumi atau Meningkatnya Nilai Transaksional? Masyarakat Tanbu Bersuara!!

- in Daerah
126
0

Visioner.id, Jakarta – Usai sudah teka-teki hari ini bagi masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu. Pasalnya pada Rabu, (06/02) telah terpilihnya Wakil Bupati Tanah Bumbu yang akan mendampingi H. Sudian Noor sebagai Bupati Tanah Bumbu.

Terpilihnya Wakil Bupati kali ini melalui Rapat Paripurna yang di gelar oleh DPRD Kabupaten Tanah Bumbu. Pemilihan dilakukan dengan Voting tertutup atau dengan mencontreng surat suara oleh seluruh anggota DPRD. Ada 34 anggota yang hadir dari 35 total keseluruhan anggota DPRD yang ada dan yang hadir memberikan kah suara. Dari hasil voting tersebut terpilihnya nama H. Ready Kambo yang mengungguli suara sejumlah 26 suara dari suara lawan-lawannya.

Namun terpilihnya H. Ready Kambo sebagai Wakil Bupati Tanah Bumbu menuai banyak tanggapan dan kritikan. Salah satu suara tanggapan dan kritikan ini di sampaikan dari Mahasiswa yang asli orang Tanah Bumbu, Sandi Feriawan. Menanggapi akan halnya pemilihan dan terpilihnya Wakil Bupati baru ini. Sandi mengapresiasi kinerja cepat DPRD Kab. Tanah Bumbu untuk mencari pendamping atau mengisi kursi kosong yang ada di Wakil Bupati Kab. Tanah Bumbu. Akan tetapi Sandi menyayangkan sikap keputusan yang di ambil ileh para wakil rakyat khususnya DPRD Tanah Bumbu yang dinilai tidak mampu melihat dan tidak mampu mencetak SDM Tanah Bumbu atau Masyarakat Kab. Tanah Bumbu tidak layal menjadi seorang pemimpin untuk memimpin daerahnya sendiri. Yang artinya hak sebagai orang pribumi asli daerahnya dibatasi dan ditutup. Sehingga mengakibatkan haruslah impor SDM dari daerah lain untuk memimpin Kab. Tanah Bumbu.

“Kita sangat memberi apresiasi baik untuk wakil rakyat kita di Kabupaten Tanah Bumbu yang melakukan kerja cepat untuk mencari pendamping bagi Bupati Tanah Bumbu. Namun, kita juga sangat menyayangkan terpilihnya wakil bupati kali ini bukanlah orang asli daerah. Selama ini saya merasakan, daerah kita tidak kehabisan figur untuk layak memimpin bagi daerahnya sendiri. Bahkan setiap tahun saya melihat banyaknya figur-figur baru yang bermunculan. Akan tetapi, para wakil rakyat kurangnya perhatian khusus terhadap SDM unggul yang asli orang daerah sendiri. Sehingga yang terjadi Wakil Bupati pun harus impor dari daerah lain”, imbuh Sandi Feriawan.

Pada jalannya Rapat Paripurna tersebut diketahui hadirnya tamu undangan dari FORKOPIMDA, Kepala SKPD, TNI, Kepolisian, Kemenag dan tamu undangan lainjya. Tetapi tetap saja mereka dinilai telah gagal untuk mencetak dan mengangkat masyarakatnya sendiri sebagai pemimpin untuk memimpin daerahnya sendiri. “Atau karena adanya transaksional yang terjadi sehingga wakil rakyatpun bungkam dan buta untuk melihat potensi yang dimiliki oleh masyarakatnya sendiri?”, tutup Sandi. (Cipl).

Facebook Comments