Momentum Hari Kelahiran Pancasila, Ketua Umum Formasta Harapkan Pemkab dan Elemen Masyarakat untuk Tetap Kokoh dalam Ritme Persatuan dan Kesatuan

Momentum Hari Kelahiran Pancasila, Ketua Umum Formasta Harapkan Pemkab dan Elemen Masyarakat untuk Tetap Kokoh dalam Ritme Persatuan dan Kesatuan

- in Daerah
184
0

MAKASSAR, Sulsel – Hari kelahiran Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 juni 2019 adalah pertama kalinya diperkenalkan Bung Karno saat sidang BPUPKI di Gedung Chuo Sangi In, Jakarta. Berdirinya suatu pondasi awal bangunan besar yang di gagas para founding fathers kita, yang pada realitanya agar negeri ini sanggup menaungi kodrat pluralistiknya. 

“Hari Kelahiran Pancasila bukan sekadar memaknai dengan upacara yang bersifat seremonial sambil hormat bendera merah putih saja, melainkan hari kelahiran pancasila sejatinya kita semua mampu merefleksikan pribadi kita untuk sadar bahwa ada banyak para pemikir bangsa yang sampai tidak tidur, ada banyak para tokoh yang sampai membuang-buang waktunya dengan keluarganya saat itu, dengan memberikan dharma baktinya dalam mengabdikan diri terhadap bangsa yang dia cintai ini yakni Indonesia.”

Begitulah yang diterangkan oleh Muh. Rheza Aditya yang sebagai Ketua Umum Formasta (Forum Mahasiswa Takalar) Kota Malang pada hari Sabtu, (01/06/2019) dini hari saat di hubungi melalui via Wa.

Muh. Rheza Aditya yang akrap disapa Rheza mengatakan momentum hari kelahiran Pancasila ini harusnya kita jadikan sebagai batu loncatan agar Pemkab dan seluruh elemen pemuda untuk bersama-sama membangun suatu struktur pondasi budaya untuk saling memegang teguh budaya kesatuan dan persatuan daerah. Bukan hanya pada hari ini saja, melainkan ini harus dirawat dan dijaga secara sama-sama. Kata Muh. Rheza Aditya sebagai Ketua Umum Formasta Kota Malang.

Rheza pun menambahkan, momentum ini juga sejatinya menjadi bahan evaluasi kita semua khususnya Pemkab Takalar harus tetap hadir menjadi garda terdepan dalam mendorong masyarakat untuk bergerak maju, mendorong pemuda untuk tetap kreatif dalam mengedukasi nilai-nilai budaya serta kearifan lokal agar kemudian kedepan menjadi suatu unsur yang saling mendukung satu dengan yang lainnya.

Suatu daerah akan maju ketika masyarakatnya mampu saling bergotong royong, bekerja sama dalam menjaga serta merawat kesatuan dan persatuan. Caranya rela berkorban untuk kepentingan daerah kita, mengembangkan rasa cinta kita terhadap daerah, dan memelihara ketertibab daerah“. Harapnya. (Tm).

Facebook Comments