Ratusan Peserta Hadiri Maperca Akbar

Ratusan Peserta Hadiri Maperca Akbar

- in Daerah, Pendidikan, Peristiwa
85
0

Pamekasan, Visioner.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan Komisariat Tarbiyah dan Komisariat Insan Cita IAIN Madura menggelar Maperca (Masa Perkenalan Calon Anggota) Akbar di Mandhapa Agung Ronggosukowati Jl. Kabupaten Pamekasan, Sabtu (30/11/2019).

Acara yang dimulai dari pukul 08:30 WIB ini dihadiri oleh Ahmad Hokim Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan, Yuli Anisyah Ketua Umum Kohati Cabang Pamekasan, Alumni HMI se-Pamekasan, dan seluruh ketua umum HMI komisariat yang ada dilingkungan HMI Cabang Pamekasan serta dikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai Kampus Se-Madura.

Forum keilmuan yang mengangkat tema “Ghirah HMI dalam Menjaga Agama dan Keutuhan Bangsa” ini meliputi tiga materi yang diisi langsung oleh para Alumni HMI, yakni Kanda Wahab Syakhirul Alim (Materi Ke-HMIan), Kanda Syakroni Syam (Materi KeIndonesiaan) dan Kanda Lasan (Materi Ke-Islaman).

Ketua Umum HMI Komisariat Tarbiyah Uswatun Hasanan mengatakan, mahasiswa yang ikut Maperca akan terecatat sebagai anggota muda HMI yang keanggotaannya hanya berlangsung selama enam bulan.

“Dalam masa enam bukan itu teman-teman bisa berfikir, apa ingin maju untuk bergabung dengan HMI atau jika teman-teman merasa ada organisasi yang lebih cocok maka dipersilahkan untuk mengikuti organisasi yang lain,” kata Uunk panggilan akrabnya.

Maperca ini, kata Uunk bukan sekedar acara seremonial biasa melainkan forum yang menjelasalkan bagaimana organisasi HMI yang sebenarnya.

“Karena acara ini yang menentukan apakah mahasiswa akan masuk HMI atau justru mundur dari HMI,” katanya.

Mahasiswi semester 7 program studi (Prodi) Manjajemen Pendidikan Islam (MPI) itu juga berharap dengan digelarnya Maperca ini bisa memberikan gambaran tentang HMI sesuai dengan yang dibutuhkan peserta.
“Semoga bermanfaat dan tidak ada kesalah pahaman lagi,” tukasnya.

Sementara itu, Moch. Thoriqil Akmal Buchori selaku ketua umum HMI Komisariat Insan Cita meminta mahasiswa yang mengikuti Maperca tetap menjadi mahasiswa merdeka meskipun tidak sedikit doktrinan dan isu-isu miring terhadap organisasi mahasiswa Islam tertua dan terbesar di Indonesia ini.

“Ada pepatah mengatakan bahwa tak kenal maka menyalahkan, sama halnya tidak mengenal HMI maka dengan gampang menilai HMI itu sesat dan sebagainya, padahal HMI merupakan organisasi Indepensi yang tak terikat oleh ormas apapun,” tutur Toriq sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Toriq juga menuturkan, gabung di HMI tidak ada paksaan karena HMI merupakan organisasi pencetak manusia merdeka.

“Saya tidak memaksa untuk teman-teman lanjut dalam berproses di HMI karena semuanya ada di kalian, dan perlu diketahui di HMI tidak membutuhkan kuantitas melainkan kualitas,” tandasnya. (sin/haz)

Facebook Comments