Korps HMI-Wati Cabang Pamekasan Gelar LKK Tingkat Nasional

Korps HMI-Wati Cabang Pamekasan Gelar LKK Tingkat Nasional

- in Daerah, Pendidikan
188
0

Pamekasan, Visioner.id –  Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Pamekasan menggelar Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional 2019.
Acara pembukaan yang dipusatkan di Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan itu mengusung tema “Meningkatkan peranan dan kualitas HMI-wati untuk mewujudkan tujuan HMI”.
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Pamekasan, Anggota DPRD kabupaten Pamekasan, Ketua Bawaslu beserta jajarannya, ketua KPU beserta jajarannya, Presidium KAHMI Pamekasan, Forhati Pamekasa, para peserta dan tamu undangan lainnya.
Ketua Umum KOHATI Cabang Pamekasan, Yuli Anisyah dalam sambutannya mengatakan, sehubungan dengan pelaksanaan LKK Tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh KOHATI Cabang Pamekasan ini pertama demi bagaimana proses kaderisasi di KOHATI Cabang Pamekasan terus berjalan searah dengan semakin banyaknya kader di tubuh HMI itu sendiri.
Mengingat, di beberapa kampus di Pamekasan kesemuanya sudah ada kader-kader HMI yang mewarnai.
“Karenanya, penting bagi kami untuk memberikan wadah bagi mereka untuk berproses di tingkatkan kaderisasi, dan tidak patah di tingkatan LK I saja,” katanya, Selasa (10/12/2019).
Kedua, kata Yuli, adanya LKK ini sebenarnya juga untuk mematahkan persepsi bahwa KOHATI Cabang Pamekasan sebatas melaksanakan LKK hanya sebagai kewajiban dua tahunan yang ketika tidak dilaksanakan berimbas pada peralihan status HMI Cabang Pamekasan itu sendiri. Yakni dari cabang penuh ke cabang persiapan.
“Dari itu, kami melaksanakannya tidak karena hal di atas, melainkan murni dari bagaimana adik-adik dapat menimba ilmu lebih mendalam di tubuh himpunan khususnya pada proses kaderisasi di KOHATI,” ucapnya.
Lebih lanjut, Yuli mengatakan, bicara peranan dan kualitas HMI Wati, maka sudah dapat dipastikan bahwa untuk merealisasikan hal tersebut sudah sepatutnya selaku kader HMI-Wati untuk setidak-tidaknya menguatkan kemampuan intelektualnya.
“Dari itu, adanya LKK ini tidak lain untuk mengasah kemampuan dinda-dinda kohati agar semakin mumpuni kemampuannya lebih-lebih untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka serta bagaimana kedepan untuk berperan aktif untuk mewujudkan tujuan HMI sebagaimana tema di atas,” tegasnya.
Kemudian, kata Yuli, dimana tujuan HMI yang begitu besar, yakni  “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam, dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil, makmur yang diridhoi Allah SWT”, maka untuk mewujudkan itu semua sudah barang tentu kader HMI Wati harus memiliki kemampuan yang tidak setengah-setengah, agar tujuan HMI tersebut tidak sebatas kalimat yang seringkali dorapalkan namun jarang sekali direalisasikan dalam bentuk pengamalan.
“Oleh sebab itu, dengan akan dilaksanakannya LKK Tingkat Nasional oleh KOHATI CABANG PAMEKASAN ini dapat diikuti betul-betul oleh dinda-dinda sekalian dari awal hingga selesainya acara,” tandasnya.
Sementara Wakil Bupati Pamekasan, Raja`e sebelum membuka acara LKK tingkat nasional tersebut dalam sambutannya mengatakan, salut kepada Ketua Umum KOHATI Cabang Pamekasan yang tetap eksis melakukan kaderisasi
“Saya salut sama Dinda Yuli, Alhamdulillah dia mengomandani kohati dan tetap eksis melakukan kaderisasi,” katanya.
Karena sesungguhnya, kata Wabup Raja`e, ruh dari HMI dan KOHATI itu ada di latihan kader itu baik itu di LK I, LK II termasuk di LKK. Ketika perkaderan ini tidak jalan, maka sesungguhnya ruh HMI itu telah mati.
“Maka terus lakukan model-model pelatihan kaderisasi seperti ini. Dan saya berharap kurikulum dari pelatihan-pelatihan kaderisasi yang dilakukan oleh HMI harus uptudate dengan perkembangan zaman yang semakin maju,” ucap Mantan Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan itu.
“Kalau hal ini tidak ingin ditinggalkan oleh anak-anak mahasiswa di kampus-kampus,” sambung dia.
Tetapi, lanjut Mantan Kades Bujur Barat itu, jangan sampai lima kualitas insan cita yang ada di HMI itu hilang.
“Lima kualitas insan cita ini harus tetap teguh, tetap kokoh, harus tetap Istiqomah dalam jiwa kader-kader HMI,” tandasnya.
Untuk diketahui, selepas sambutan Bupati sekaligus dibukanya acara LKK Tingkat Nasional tersebut dilanjutkan dengan pembacaan SK kelulusan peserta LKK. Dimana dari 32 peserta yang mendaftar dan sudah mengikuti screnning, tersisa 26 peserta yang dinyatakan lulus untuk mengikuti forum LKK Tingkat Nasional.
Kemudian, setelah itu dilanjutkan dengan dialog publik dengan tema “Peran perempuan dalam menyikapi isu radikalisme”. (MTnews/*)

Facebook Comments