Indonesia Port and Customs : Dukung Kemeneg BUMN kembali ke Core Bisnis

Indonesia Port and Customs : Dukung Kemeneg BUMN kembali ke Core Bisnis

- in Daerah, Ekonomi, Nasional
117
0

Visioner.id – Kementrian BUMN beberapa waktu lalu cukup terkejut dengan keberagaman bisnis BUMN yang saling tumpang tindih satu sama lain. Beberapa temuan diantaranya, bisnis logistik dan perhotelan maupun rumah sakit hampir sebagian besar BUMN baik anak maupun cucu perusahan memiliki bisnis yang sama.
Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Port and Customs, Subhan Hadil, langkah baik Kemeneg BUMN yang mesti diapresiasi dan diberi dukungan presiden maupun masyarakat luas agar BUMN-BUMN fokus pada core bisnisnya.
Dengan begitu, lebih memberi tantangan para direksi BUMN agar menciptakan atau mencreate core bisnis dengan baik dalam menghasilkan laba bagi negara dan efisien dalam anggaran juga  peluang swasta dalam negeri dapat tumbuh kembali.
Sebagaimana disampaikan kementrian BUMN dalam beberapa media melalui staf khusu Menteri BUMN Arya Sinulingga bahwa, ada 85 hotel yang dimiliki beberapa BUMN, bahkan rumah sakit juga logistik yang mencapai 30an perusahan baik anak maupun cucu perusahan sementara core bisnis bumn induk nya sangat jauh berbeda.
“Baiknya Kementrian BUMN meminta anak maupun cucu perusahan tersebut untuk dilebur ke bumn yang sesuai core bisnisnya atau jika bumn tersebut enggan ya silahkan ditutup saja,” kata Subhan pada sebuah diskusi sinergi BUMN di jakarta, Kamis (12/12/2019).
Beberapa kendala maupun hambatan, kata Subhan, dalam penyatuan maupun penutupan anak cucu BUMN tersebut mesti dipertimbangan baik-baik solusinya terkait dampak bagi para pegawai maupun aset serta penolakannya.
“Selama ini, jika dilihat dari pemasukan laba perusahan BUMN hanya beberapa yang menghasilkan laba signifikan dan lumayan jumlahnya hanya di bawah 3 trilyun, bahkan banyak juga yang merugi padahal jumlah anak perusahan dan cucu bumn tersebut masing2 cukup banyak bahkan puluhan anak perusahan,” ujar Subhan.
Selain itu, lanjut Subhan, BUMN terlalu serakah mengambil celah bisnis termasuk kerjaan maupun project yang semestinya bisa diberi peluang bagi UMKM. Hal tersebut tidak sejalan dengan harapan presiden Joko Widodo dimana pekerjaan yang selayaknya mampu mengerakan ekonomi lokal umkm dan meningkatkan peluang bagi pengusaha kecil menengah.
“Justru banyak keluhan dari pengusaha kecil menengah yang sulit bahkan tidak dapat masuk mengerjakan project di BUMN karena masing masing BUMN sudah memiliki anak cucu perusahan yang mengerjakan,” ucapnya.
Kemudian, kata Subhan, di lain sisi, di bidang seperti energi dan teknologi maupun telekomunikasi    bebrapa perusahan BUMN kait-mengkait atau menciptakan anak maupun cucu perusahan. Anehnya lagi, sampai sesama anak perusahan BUMN yang berbeda menciptakan anak perusahan tersendiri menjadi cucu dari dua BUMN induk.
“Ini yang perlu disegerakan perapihannya oleh meneg BUMN, karena selain sudah melenceng dari corenya juga menciptakan hal-hal yang mencurigakan selain pemborosan keuangan dan terkesan bagi bagi jabatan,” tandasnya. (*)

Facebook Comments