Tatang Sugiarto: Amini Tembak Mati Teroris

Tatang Sugiarto: Amini Tembak Mati Teroris

- in Default, Opini
1783
0

Keputusan Polri menggunakan diskresi terhadap seorang teroris bernama Mulyadi di Masjid Falatehan Kebayoran Lama, Jakarta menimbulkan pro kontra. Polri terpaksa menembak mati teroris tersebut setelah sang teroris menikam dua orang anggota Brimob dan sempat terjadi kejar-kejaran sampai 200 meter.

Ketua Umum HMI Cabang Surabaya Koordinator Komisariat (Korkom) Universitas Negeri Surabaya, Tatang Sugiarto mengamini tindakan Polri tersebut. Dengan tegas Tatang mendukung pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk melakukan tembak mati terhadap para pelaku terorisme.

“Para teroris memang sudah seharusnya ditindak tegas. Mereka telah mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkap Tatang, Rabu (5/7/2017).

Menurut Tatang, tidak ada agama yang melegalkan tindakan terorisme. Meskipun Islam selalu dijadikan label dalam setiap aksi terorisme, namun Islam tidak pernah mengajarkan tindakan yang meresahkan masyarakat. “Jadi, kalau Islam dijadikan label, itu salah,” tegasnya.

Tatang menjelaskan bahwa aksi-aksi terorisme memang sudah sejak lama berusaha memporak-porandakan negara Indonesia. Mereka sudah terorganisir dengan baik dan terus-menerus berupaya merusak keamanan nasional.

Provokasi yang biasa dibawa biasanya berupa mosi-mosi ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah, janji-janji masuk surga, dan sebagainya. Menurut Tatang, provokasi-provokasi yang dibawa teroris sebenarnya tidak memiliki landasan kebenaran dari agama apa pun. Oleh karena itu, para teroris harus dibasmi dari Tanah Air.

“Apalagi kini gerakan-gerakan ISIS terus merangsek masuk ke negara-negara Asia, maka Indonesia harus lebih hati-hati dan tegas kepada para teroris. Jangan sampai teroris dibiarkan tumbuh di negara ini. Mereka harus dibabat habis,” ujarnya.

Namun, Tatang tetap berharap agar teroris tidak langsung ditembak mati apabila masih memungkinkan. Sebaiknya sebelum ditembak mati, para teroris dilumpuhkan dan dikorek terlebih dahulu. Sebab, kalau jaringan terorisme kalau belum ditemukan maka akan kesulitan bagi petugas keamanan untuk memberantas sampai ke akar-akarnya.

Di samping itu, Tatang juga berpesan agar masyarakat ikut serta membantu petugas keamanan dalam menjaga Indonesia. “Masyarakat harus menjaga persatuan dan kesatuan. Karena kalau masyarakat sudah bersatu maka tidak mungkin pihak-pihak tertentu dapat memecah belah, termasuk teroris,” pesannya.

Menurut Tatang, biasanya jaringan teroris juga memanfaatkan perpecahan di tengah masyarakat untuk menyukseskan visi-misinya. Masyarakat yang sudah terpecah-belah sangat mudah dihasut dan dimanfaatkan untuk kepentingan oknum-oknum tertentu. “Jagalah persatuan dan kesatuan bangsa! Basmillah pelaku teroris di Indonesia!” pungkas Tatang. (muk-vis)

Facebook Comments