HMI Cerdas, HMI Beradab

HMI Cerdas, HMI Beradab

- in Default
274
0

Lebih dari setengah abad Himpunan Mahasiswa Islam atau yang lebih dikenal dengan HMI telah mengarungi pergolakan gerakan pemikirannya. Organisasi yang lahir pada 5 februari 1947 diprakarsai oleh Lafran Pane di Sekolah Tinggi Islam (STI) yang sekarang diganti dengan Universitas Islam Indonesia (UII), tepatnya di Jogjakarta, yang merupakan kota bersejarah bagi lahirnya organisasi HMI yang telah genap usianya mencapai 72 tahun pada 2019 ini. Awal mula HMI didirikan dalam rangka mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang baru menyatakan kemerdekaannya pada 17 agustus 1945 oleh Soekarno presiden pertama Republik Indonesia, disamping itu pula HMI haruslah mempertahankan, mengembangkan, dan menyebarluaskan nilai-nilai ajaran Islam di bumi nusantara ini.

HMI bukanlah organisasi massa yang harus bertarung dipanggung publik dan politik, namun HMI adalah organisasi kemahasiswaan yang bersifat perjuangan, yang bergerak dalam koridor satu tujuan yaitu “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah Swt”. Suatu bingkai tujuan yang sangat ideal dan sempurna. Tentu saja kita butuh keseriusan yang utuh, serta pemikiran yang matang dan komprehensif dalam mengkerangkai gerakan HMI dalam membangun tradisi intelektualisme, sehingga mampu menghasilkan kader ummat dan kader bangsa yang dipersiapkan untuk memimpin negara ini.

Terbukti tidak sediki dari kader HMI yang menjadi orang berpengaruh atas pembangunan Indonesia sebagai negara berkembang. Diantaranya Jusuf Kalla (Wakil Presiden Indonesi 2004-2010 dan 2014-2019), Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Mahfudz MD (Menkapolhumkam) dan lain sebaginya. Selain ditekankan dalam bidang keilmuan dan intelektual, HMI juga memprioritaskan nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana yang sudah termaktub dalam misi dari HMI itu sendiri. “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam”. Kalimat “bernafaskan Islam” itu bukan hanya ditafsirkan HMI sebagai organisasi keislaman melainkan organisasi yang sangat menjungjung tinggi keislaman yang beradab. Artinya tidak penting bagi kader himpunan orang yang berotak emas tapi tidak memiliki etika.

Bagi HMI, mahasiswa atau yang bisa dibilang masyarakat berilmu sangatlah perlu menyadari dan mematuhi keberadaan adat atau suatu peraturan. Hal itu sangat selaras dengan dasar wajibnya seorang pelajar bukan hanya dituntut menjadi seorang berpengetahuan namun juga harus memiliki etika yang baik. Sangat disayangkan jika individunya cerdas tapi tidak bermoral, seperti yang pernah dikatakan oleh Habib Umar bin Hafidz orang yang tinggi akhlaqnya walaupun rendah ilmunya lebih mulia dari orang yang banyak ilmunya tapi kurang akhlaqnya.

Dalam tulisan ini penulis juga akan menjelaskan sedikit contoh kongkrit bahwa HMI merupakan organisasi keislaman dan peradaban.

Telah kita ketahui bersama beberapa bulan yang lalu indonesia sedikit diguncang karena beredar isu akan disahkannya RUU KHUP, RUU PKS, RUU Pertanahan dan RUU-RUU lainya oleh DPR. Hal tersebut mengundang ketidakterimaan masyarakat indonesia kepada pemerintah karena isi beberapa pasal RUU tersebut dianggap tidak pro rakyat, termasuk seluruh mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HMI juga menolak adanya revisi undang-undang tersebut.

Waktu itu, seluruh kader HMI se-Nusantara melakukan demonatrasi ke kantor DPRD masing-masing daerah untuk melakukan penolakan. Seperti yang telah dilakukan HMI Cabang Pamekasan di depan kantor DPRD Pamekasan beberapa bulan kemarin. Penolakan yang dimaksud bukanlah aksi brutal atau tidak beradab tapi aksi cerdas dan damai.

Terbukti dalam aksi yang dimaksud HMI mendapatkan sanjungan dari DPRD Pamekasan karena melakukan aksi yang berjalan tertib dan saggat sopan. Menurut Muhammad Sahur anggota DPRD Pamekasan sekaligus alumni PMII Pamekasan, hal itu menunjukkan bahwa kader HMI memang benar-benar orang-orang yang intelek dan beradab.

Penulis adalah Kholisin Susanto Mahasiswa IAIN Madura aktif di organisasi ekstra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan Komisariat Insan Cita IAIN Madura.

Facebook Comments