Memprihatinkan Warga Desa Tritiro, Menuai Respon Pemerintah Jangan Tertidur

Memprihatinkan Warga Desa Tritiro, Menuai Respon Pemerintah Jangan Tertidur

- in Kesehatan
1146
0
Visioner.id

Visioner.id, Makassar – Sudah sekian lama warga Desa Tritiro, Dusun Kalumpang Selatan, Kecamatan Bontotiro, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Sattaria (68) hidup dalam keterbatasan.

Perempuan yang tidak bersuami ini hidup dirumah yang kondisi tidak layak lagi ditempati. Ia hidup berdua dengan kakek E’re, menurut warga setempat usianya (103), hidup satu rumah dengan banyak keterbelakangan sosial yang sampai hari ini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat.

Fajar Ashiddiq aktivis HMI yang sementara menempuh pendidikan di UMI Makassar yang juga merupakan warga Desa Tritiro mengaku prihatin dengan kondisi Ibu Sattaria dan Kakek E’re yang sampai hari ini tidak pernah mendapatkan perhatian sosial dari pemerintah, padahal mereka sudah lama hidup dengan kondisi yang memprihatinkan serta ketergantungan hidup. Ia mendesak pemerinta Desa Tritiro dan pemerintah Bulukumba untuk tidak tertidur dengan keadaan kondisi rakyatnya. Begitulah yang dikemukakan oleh Aktivis HMI Fajar Ashiddiq pada hari Sabtu, (23/02/2019).

Kehidupan mereka sudah sangat memprihatinkan, hidup dalam keterbatasan dan ketergantungan tapi sampai hari ini tidak ada empati dari pemerintah, sangat miris. Secara pribadi saya mendesak pemerintah terkait untuk merespon persoalan ini dan tidak banyak tidur dikantor sehingga rakyat terabaikan“. Katanya.

Ibu Sattaria dan Kakek E’re tidak pernah menuntut untuk diperhatikan walaupun kondisi rumahnya sudah tidak layak ditempati, makan seadanya bahkan untuk masalah kesehatan sudah jarang diperhatikan. Apalagi disiang dan malam hari disaat kondisi cuaca yang kurang bersahabat mereka sangat merasakan dampat dari kondisi mereka.

Saya kecewa dengan pemerintah yang seharusnya memantau kondisi rakyatnya yang sudah sekian lama menanggung beban hidup, pemerintah peka sedikit. Segera turun tangan selesaikan diwaktu dekat ini“. Ungkapnya.

Untuk bisa bertahan hidup, Ibu Sattaria dan Kakek E’re kadang mendapatkan uluran tanggan dari warga sekitar itupun kalau ada.

Tak hanya untuk kebutuhan sehari, biasanya ketika ada uluran tangan mereka menghemat untuk keesokan harinya. (Adt).

Facebook Comments