Peduli, Buster GMB-ITB bersama Kadin serahkan Sembako pada Gubernur DKI Jakarta

Peduli, Buster GMB-ITB bersama Kadin serahkan Sembako pada Gubernur DKI Jakarta

- in Kesehatan, Nasional
58
0

Visioner.id – Komunitas Alumni ITB Ganesha Maju Bersama, GMB-ITB bersama dengan Kadin DKI menyerahkan secara simbolis bantuan kemanusiaan untuk mengatasi dampak wabah corona di wilayah DKI kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan, Jumat (27/3/2020).

Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok sembako kepada masyarakat terdampak, serta perlengkapan pencegahan risiko penularan Covid-19, APD, hand sanitizer dan satu unit bilik sterilisasi.

Ketua Umum, Kadin DKI. Ibu Hj. Diana Dewi, SE mengatakan, bantuan ini merupakan kolaborasi GMB ITB dan Pengurus Kadin DKI, sebagai langkah awal saja.

Ini merupakan momentum untuk menggerakkan seluruh pemangku kepentingan yang akan di motori oleh GMB ITB dan Kadin DKI.

“Tindakan luar biasa yang perlu dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah DKI dari ganasnya wabah corona. Selain mitigasi kami juga melakukan tindakan preventif,” katanya.

Sementara menurut ketua umum GMB-ITB, Ir Akhmad Syarbaini mengatakan, yang menarik adalah upaya teman-teman yang tergabung dalam komunitas alumni ITB, seperti GMB, melakukan riset dan rancang bangun produk bilik sterilisasi BISTER GMB yang bekerjasama dengan beberapa BUMN.

“Termasuk nantinya dukungan WIKA Konstruksi untuk mendukung manufaktur, jika di perlukan produksi massal dalam waktu cepat dan segera dan melibatkan Usaha Kecil Menengah di DKI Jakarta dan seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan menurut Cakra Achmad, salah seorang Alumni ITB, yang juga pendiri Yayasan Gemma Nine, www.gemmanine.org, bersama tim Gemma 9, mengembangkan produk tersebut, berdasarkan pengalam membuat dan menggunkan bilik sanitasi untuk relawan evakuasi, pasca bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh tahun 2004 lalu.

“Sebagai pegiat relawan kemanusiaan, salah satu upaya yang paling penting dilakukan oleh seluruh komponen bangsa, bersatu, bersama, kompak dan berjuang habis-habisan melawan penyebaran dengan tindakan dan kebijakan pencegahan dan segera mengantisipasi risiko yang mungkin akan terjadi,” ucapnya.

“Sebagai relawan yang pernah di Aceh, Yogja, Padang, Palu, kami sudah biasa menghadapi situasi bencana. Kami datang setelah dan pascabencana. Situasi ini tidak pernah saya hadapi, bencana sedang berlangsung dan berpotensi datang seperti tsunami yang menghamtam berulang-ulang,” imbuhnya.

Dikatakan, yang menarik dari Bister GMB ITB ini, adalah desain yang digunakan berdasarkan pertimbangan yang dapat difabrikasi dan dapat dijadikan acuan oleh masyarakat untuk diproduksi secara mandiri pun sebagai usaha rakyat terdampak Corona.

“Namun tetap mempertimbangkan standar internasional tentang pembuatan fasilitas medis. Dengan harapan semua ini bermanfaat dan bernilai ibadah,” jelasnya. (*)

Facebook Comments