Peringati sumpah pemuda Muhammadiyah kebayoran lama gelar diskusi publik

Peringati sumpah pemuda Muhammadiyah kebayoran lama gelar diskusi publik

- in Liputan Diskusi
43652
0

Visioner.id Jakarta– Angkatan Muda Muhammadiyah kebayoran Lama yang terdiri dari beberapa organisasi otonom di Muhmmadiyah yakni Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah menggelar diskusi publik yang bertema peran pemuda dalam kepemimpinan bangsa (30/10)

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati refleksi hari Sumpah pemuda. Dimana kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai macam organisasi pemuda dan pelajar. Beberapa organisasi yang menghadiri diskusi publik tersebut diantaranya adalah IMM, IPM, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Karang taruna di kecamatan kebayoran lama, remaja masjid di kecamatan kebayoran lama dan pemuda pemudi umum di lingkungan tersebut.

Dalam diskusi publik tersebut, endahing pustakasari (Kohati PB HMI) dan Tri Aryadi (PP IPM berkontribusi sebagai pembicara yang dipanelkan. Mereka merespon positif kegiatan tersebut. Dipaparkan dalam presentasinya bahwa perjuangan pemuda dalam konteks kekinian sangatlah berbeda dengan konteks dulu, maka sudah saatnya pemuda-pemudi kembali bersatu untuk melawan penjajahan dan segala macam bentuk upaya pemecah belah bangsa.

Dalam sambutannya mewakili angkatan muda Muhammadiyah, Wahyu Mulyono menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah awal untuk membina hubungan baik dengan organisasi2 di lingkungan sekitar. Muhammadiyah khususnya di kebayoran lama dengan tangan terbuka siap bersatu dan bersama-sama dengan organisasi kepemudaan dan pelajar dalam memajukan bangsa dan negara, khususnya lingkungan sekitar.

Megawaty selaku ketua umum Nasyiatul Aisyiyah kebayoran lama menambahkan bahwasanya Diskusi publik ini juga merupakan langkah awal penyadaran terhadap pemuda-pemudi untuk bersama membangun negeri tanpa membedakan jenis kelamin, ras dan agama. “Sejatinya kita sebagai pemuda pemudi harapan bangsa harus memiliki kesadaran bahwa kita telah memiliki kekuatan yang lahir dari semangat persatuan. Bhineka tunggal ika telah menyatukan segala macam perbedaan pemuda pemudi dari sabang hingga marauke. Jadi, sudah sepantasnya kita merefleksikannya ke dalam kehidupan nyata dimulai dengan penyadaran” jelasnya.

Diakhir kegitan tersebut angkatan muda muhammadiyah membacakan ikrar sumpah pemuda 1928 yang diikuti oleh seluruh undangan yang terdiri dari seratus lima puluh orang berasal dari berbagai macam organisasi dan latar belakang pendidikan.

Kemudian pada perayaan tersebut dihasilkan sebuah ikrar pemuda yang bertajuk ikrar pemuda pemudi kebayoran lama. Menghasilkan lima poin dintaranya adalah menjunjung tinggi nilai ke-Tuhanan dan kemanusiaan, mengutuk segala bentuk penistaan agama, menjunjung tinggi nilai persatuan demi kesatuan bangsa, menyuarakan dan melaksanakan nilai-nilai anti diskriminasi dan menjadi pemuda pemudi yang memiliki visi positif demi Indonesia berkemajuan.

Di akhir acara ditutup dengan penggalangan tanda tangan sebagai simbol sepakat atas ikrar yang dihasilkan. (Vis/ego)

Facebook Comments