Selesainya RAK, Sekaligus Lahirkan Kapten Baru Komisariat Jabal Thareeq ITN Malang

Selesainya RAK, Sekaligus Lahirkan Kapten Baru Komisariat Jabal Thareeq ITN Malang

- in Liputan Diskusi
236
0

Visioner.id, Malang – Rapat Anggota Komisariat Jabal Thareeq Korkom Nasional ITN Malang yang ke-XVIII yang dimulai dari hari Sabtu, (10/11/2018) sampai dengan dini hari tadi, lahirkan kapten baru Al- Ghazali selaku Formature Komisariat Jabal Thareeq. RAK itu berlangsung di Graha Insan Cita 2 tepatnya di Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Penutupan RAK ke XVIII Komisariat Jabal Thareeq Korkom Nasional ITN Malang yang langsung ditutup oleh Rijan selaku Pengurus HMI Cabang Malang yang mewakili, menyampaikan dalam sambutannya tentang betapa pentingnya kita mengikuti proses RAK ini. Karena inilah tempat kita belajar untuk kritis dan tempat kita belajar untuk berbicara. Dan hal yang paling utama dalam setiap RAK adalah pada proses Pleno III. Sebab disitulah kita memberikan evaluasi dan proyeksi untuk nantinya menjadi acuan kepengurusan kedepannya. Ujar Rijan selaku Pengurus HMI Cabang Malang yang mewakili penutupan RAK Komisariat Jabal Thareeq Korkom Nasional ITN Malang yang ke XVIII.

“Pelaut yang hebat tidak hidup pada ombak yang tenang, melainkan hidup/berlayar pada ombak yang dahsyat”. Maka teman-teman yang menjalankan roda kepengurusan kedepan harus memiliki mental yang kuat agar kemudian tahu bagaimana menjalankan kepengurusan yang sesuai dengan visi misi Ketua Umum HMI Cabang Malang, momerandum dan rekomendasi serta Konstitusi HMI. Olehnya itu, perlu kita rawat wacana intelektual, teruslah belajar untuk mengembangkan potensi diri sejak dini.

“Begitulah pesan yang disampaikan oleh Ahmad Yani selaku Ketua Umum Demisioner Komisariat Jabal Thareeq Korkom Nasional ITN Malang periode 1438-1439 H. Pada hari Kamis, (15/11/2018) di GIC 2”.

M. Rheza Aditya selaku Pengurus Korkom Nasional yang mewakili menyampaikan bahwa HMI ITN harus memiliki ciri dan karakter sebagai kader HMI ITN yakni selalu memegang teguh komitmen dan tidak melencemg dari apa yang telah diputuskan atau yang telah diucapkan. Sebagai kader HMI ITN harus selalu memiliki jiwa kritis untuk selalu mengawal proses berjalannya kepengurus baik ditingkat komisariat, Korkom, Cabang dan seterusnya. Karena menjadi kader yang kritis harus dilandasi dengan sebuah idealisme. Proses menjadi kader HMI itu bukan waktu yang lama, maka nikmatilah proses yang mewah ini selama kita menjadi mahasiswa islam yang terdaftar di perguruan tinggi/institut.

Lanjut Rheza, mari kita sama-sama ikut berpartisipasi dalam proses kegiatan HMI Cabang Malang. Artinya kita ikut ketika hal itu benar, dan kita pun mengkritik ketika hal itu salah (melenceng dari aturan main yang telah ditetapkan di konstitusi HMI), itulah proses saling mengingatkan sesama ummat islam. Jadilah kader HMI ITN yang selalu punya keberanian menantang hal-hal yang salah, sebab mendiami kesalahan adalah suatu bentuk kejahatan. Tambahnya.

Al-Ghazali dari jurusan Teknik Arsitektur yang selaku formature terpilih Komisariat Jabal Thareeq Korkom Nasional ITN Malang mengatakan pentingnya kita selalu upgrade wacana intelektual kita, wacana gerakan kita, agar nantinya HMI Jabal Thareeq mencetak kader-kader yaang bermartabat untuk siap menjadi pemimpin bangsa. Ucapan terima kasih kepada saudara-saudara yang telah memberikan saya sebuah kepercayaan untuk memimpin roda kepengurusan selanjutnya. Amanah ini saya akan pegang dengan penuh kesadaran diri sebagai kader HMI ITN. Bergerak dengan niat yang tulus dan bergerak sesuai landasan keislaman, kebangsaan dan landasan konstitusi HMI. Kata Al-Ghazali selaku Kapten baru Komisariat Jabal Thareeq Korkom Nasional ITN Malang.

Al-Ghazali mengharapkan semoga kedepan kita semua saling mengingatkan, saling menjaga solidaritas dan persatuan di HMI ITN agar kedepan kita menjadi kader yang memiliki budi pekerti. (Byu).

Facebook Comments