- in Liputan Diskusi
97
0

Visioner.id, Malang – Pengurus Korkom Nasional ITN Malang periode 1440-1441 H melaksanakan kegiatan sholawatan sekaligus refleksi kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dilaksanakan secara bersama-sama oleh Komisariat lingkup HMI ITN Malang. Dengan mengundang pemantik kakanda Ali Akbar dan kakanda Rizky, sekaligus dihadiri langsung oleh Kakanda Yance selaku perwakilan KAHMI Rayan Nasional.

Iksan Aman selaku Ketua Umum Korkom Nasional ITN Malang menegaskan “ini merupakan suatu agenda bersama dari komisariat lingkup HMI ITN. Bahwa kegiatan ini adalah bentuk dari tanggung jawab kita bersama dan sebagai upaya merefleksi sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW sebagai proklamator dunia. Kita kader HMI ITN harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan ini untuk tetap kokoh dalam pendirian, selalu memiliki iman dan taqwa selama berproses di HMI”. Tegasnya.

“Kelahiran Muhammad itu pada tanggal 12 Rabiulawal tahun Gajah atau tanggal 20 April tahun 571 M. Nabi Muhammad SAW. adalah keturunan dari Qushai pahlawan suku Quraisy yang telah berhasil menggulingkan kekuasaan Khuza’ah atas kota Mekah. Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdulmanaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah dari golongan Arab Banu Ismail. lbunya bernama Aminah binti Wahab bin Abdulmanaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah. Nabi Muhammad SAW. Beliau diserahkan oleh ibunya kepada seorang perempuan yang baik Halimah Sa’diyah dari Bani Sa’ad kabilah Hawazin, tempatnya tidak jauh dari kota Mekah. Di perkampungan Bani Sa’ad inilah Nabi Muhammad SAW.”

Begitulah yang disampaikan Kakanda Ali Akbar di Graha Insan Cita 1, Jalan Soekarno Hatta Malang, pada hari Kamis, (22/11/2018).

Lanjut Ali Akbar, Rasulullah berkata kepada para sahabatnya “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla telah menjadikan orang-orang Yatsrib sebagai saudara-saudara bagimu dan negeri itu sebagai tempat yang aman bagimu”. Muhammad SAW sebagai Nabi terkahir dan sekaligus penutup karena Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang mengembalikan/memperbaiki penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh ummat kita terdahulu. Bersyukurlah kita memiliki Rasulullah SAW sebagai pencerah kita bersama sekaligus suri tauladan untuk kita semua, semoga kita mendapatkan syafa’at dihari yang kelak nanti. Amin. Tambahnya.

Rizky selaku pemateri selanjutnya mengatakan perjalanan Nabi Muhammad SAW tentunya betul-betul kisah yang harus sama-sama kita jadikan panutan sebab Muhammad SAW mencerminkan tokoh/pahlawan yang selalu rendah hati kepada para sahabatnya, sosok sederhana serta memiliki akidah yang luar biasa. Nabi Muhammad SAW mempunyai kelebihan dibanding dengan manusia biasa, beliau sebagai orang yang unggul, pandai, terpelihara dari hal-hal yang buruk, perkataannya lembut, akhlaknya utama, sifatnya mulia, jujur terjaga jiwanya, terpuji kebaikannya, paling baik amalnya, tepat janji, paling bisa dipercaya sehingga mendapat julukan Al-Amin dan beliau juga membawa bebannya sendiri, memberi kepada orang miskin, menjamu tamu dan menolong siapapun yang hendak menegakkan kebenaran.

Rizky pun selaku pemantik menambahkan Pada saat Nabi Muhammad SAW hampir berusia 40 th kesukaannya mengasingkan diri dengan berbekal Roti dan pergi ke Gua Hira di Jabal Nur. Rasulullah di Gua Hira beribadah dan memikirkan keagungan alam. Pada usia genap 40 th Nabi dianggkat menjadi Rasul. Beliau menerima wahyu yang pertama di gua Hira dengan perantaraan Malaikat jibril yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5. Pada intinya sebagai kader HMI ITN dalam merefleksi perjalanan kisah Rasulullah SAW ada satu hal baru yang kita dapatkan setelah melakukan hal ini dan begitu pun tahun depan jikalau ini dilaksanakan lagi. Artinya kita sebagai kader harus memiliki gerakan dan pola fikir yang selalu cenderung pada suatu hal yang benar.

Kakanda Yance selaku perwakilan KAHMI Rayon Nasional mengatakan acara ini adalah acara ini adalah acara yang harus kita rawat bersama. Kita ketahui bersama tiap tahunnya bukan hanya kader HMI yang melaksanakan acara maulid ini melainkan seluruh ummat islam di Indonesia bahkan didunia melaksanakan kegiatan ini. Merawat silaturahmi dengan melakukan diskursus tentang ke-Nabian, ke-Tuhanan merupakan bentuk merawat nalar kita sebagai kader perjuangan. Kata kakanda Yance yang sebagai perwakilan KAHMI Rayon Nasional.

Acara ini selesai pada pukul 22.10 WIB dan dirangkaikan dengan foto bersama kader HMI ITN Malang. (Adt).

Facebook Comments