Palestina Tolak Kunjungan Wapres AS

Palestina Tolak Kunjungan Wapres AS

- in Luar Negeri
200
0

“Atas nama Fatah saya sampaikan bahwa kami tidak akan menyambut kedatangan wakil Trump di wilayah teritori Palestina. Dia (Pence) meminta bertemu (Presiden Mahmoud Abbas) pada 19 Desember ini di Bethlehem, tapi pertemuan itu tidak akan terwujud,” tegas Rajoub seperti dikutip dari huffingtonpost.compada Jumat (8/12/2017).

CBS News melansir bahwa Rajoub juga meminta otoritas negara-negara Arab lainnya untuk tidak bertemu dengan Pence. Meski mendapat penolakan, Pence dikabarkan masih berniat untuk bertemu dengan Presiden Abbas.

Penolakan terhadap Pence didasari oleh pengakuan resmi Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Trump mengumumkan kebijakannya tersebut pada Rabu waktu Washington.

Keputusan Trump tersebut “bertentangan” dengan kebijakan luar negeri AS yang telah berjalan selama tujuh tahun.

Pengumuman Trump sekaligus menandai langkah awal pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Hari ini, akhirnya kita mengakui hal yang jelas: bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dari sekadar pengakuan akan realitas. Ini juga hal yang tepat untuk dilakukan. Ini hal yang harus dilakukan,” ujar Trump saat berpidato di Diplomatic Reception Room, Gedung Putih, seperti dikutip dari nytimes.com.

Selama tujuh dekade, AS bersama dengan hampir seluruh negara di dunia, menolak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sejak negara itu mendeklarasikan pendiriannya pada 1948. Sementara, menurut Trump, kebijakan penolakan tersebut membawa seluruh pihak “tidak mendekati kesepakatan damai antara Israel-Palestina”.

“Akan menjadi kebodohan untuk mengasumsikan bahwa mengulang formula yang sama persis sekarang akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda atau lebih baik,” ungkap Presiden ke-45 AS tersebut.

Facebook Comments