Lumpur Tarumajaya Makin Parah, Bisa seperti Lumpur Sidoarjo?

Lumpur Tarumajaya Makin Parah, Bisa seperti Lumpur Sidoarjo?

- in Daerah, Migas, Peristiwa
2564
0

Semburan lumpur akibat pengeboran jaringan pipa di Desa Segara Makmur RT 003/08, KecamatanTarumajaya, Kabupaten Bekasi, kian parah, Senin (8/8) siang.

Lumpur yang awalnya hanya keluar dari lantai rumah warga setempat, kini menutupi Jalan Marunda Makmur, Kampung Kebon Kelapa, sejauh 25 meter.

Mungkinkah lumpur ini bisa seperti kasus Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur?

Ketua RT setempat, Juroh (55), mengatakan, semburan lumpur tersebut terjadi Minggu (7/8) sekira pukul 23.00. Saat itu, tiba-tiba lumpur menyembur dari lokasi pengeboran di sekitar lokasi hingga merembet ke jalan raya.

“Ketinggian lumpur mencapai 20 cm dari malam sampai tadi siang,” ujar Juroh kepada wartawan, Senin (8/8) malam.

Akibat kejadian tersebut, aktivitas kendaraan dari arah Marunda ke Tarumajaya atau sebaliknya menjadi terganggu. Bahkan kemacetan mulai terjadi sejak Senin (8/8) pukul 05.00 hingga pukul 19.00. “Sampai pukul tujuh malam sekarang masih macet, karena kendaraan banyak yang tidak bisa melintas di lokasi,” kata Juroh.

Dia mengungkapkan, semburan lumpur tersebut tidak hanya menutupi jalan raya, tetapi juga masuk ke jalan lingkungan warga yaitu di Gang Manggar dan Gang Antena. Ketinggian lumpur di Jalan Marunda sekitar 15 cm. “Bahkan lumpur ada yang masuk juga ke perumahan warga,” ucapnya lagi.

Menurutnya, pihak PT Pertamina Gas (Pertagas) yang membangun jaringan pipa sudah berupaya menanggulanginya. Salah satunya dengan mengerahkan tiga unit truk untuk menyedot lumpur tersebut.

Menurut dia, hujan yang mengguyur wilayah setempat dari siang hingga sore membuat lumpur menjadi cepat menjalar. Dia memprediksi, jika tidak turun hujan, maka akses jalan tersebut akan lumpuh.

“Untungnya tadi hujan, jadi lumpur kesiram dan jalanan sudah bisa dilintasi. Tapi dampaknya kemacetan parah,” ucapnya. “Sekarang pengeboran dihentikan dulu karena kondisi seperti ini,” ucapnya.

Dihentikan

Sebelumnya, peristiwa semburan lumpur juga terjadi beberapa kali di Jalan Marunda Makmur, Kampung Kebon Kelapa. Semburan lumpur pertama terjadi pada Senin (1/8) dan terakhir pada Rabu (3/8) siang. Saat itu, warga dikejutkan dengan lumpur yang menyembur dari dalam tanah dan lantai keramik rumahnya.

Akibat kejadian tersebut, toko obat milik Abdul Kodir (42) mengalami kerusakan. Bahkan dia harus merugi hingga Rp 270 juta akibat kejadian tersebut. “Barang dagangan senilai Rp 40 juta rusak, omzet hilang Rp 30 juta per lima hari dan bagian rumah banyak yang rusak Rp 200 juta,” ujar Abdul.

Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin menyatakan, telah mengajukan permohonan kepada pelaksana proyek untuk menghentikan terlebih dahulu pengeboran tersebut. Dia meminta, pelaksana proyek mempelajari permasalahannya sehingga semburan lumpur di permukiman warga bisa teratasi dengan baik.

“Saya juga sempat berbicara dengan Ombudsman, soalnya mereka ini belum memperpanjang izin. Meski begitu kita tetap mengizinkan walau bagaimana pun itu BUMN yang memiliki tugas untuk membangun,” ucap Neneng singkat. (iv)

 

 

Facebook Comments