Musibah Balikpapan, Pipa Pertamina Rusak Karena Pihak Ketiga

Musibah Balikpapan, Pipa Pertamina Rusak Karena Pihak Ketiga

- in Nasional
105
0

Jakarta, Visioner– Pencemaran minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur pada 31 Maret kemarin merugikan PT Pertamina (persero). Kerugian itu disebabkan oleh informasi yang tidak akurat dari peristiwa tersebut. Perusahaan plat merah disudutkan lantaran disebut pencemaran minyak disebabkan oleh bocornya pipa transfer dari Terminal Lawe-Lawe menuju kilang RU V Balikpapan.

“Atas nama Pertamina saya ingin sampaikan bahwa berita pipa Pertamina bocor tidak benar. Yang benar, pipa milik Pertamina itu telah dirusak oleh pihak ketiga sehingga pipa tersebut jadi patah dan minyak menjadi tumpah dan mencemari lingkungan yang ada. Fakta inilah yang selama ini tidak terungkap,” kata Kuasa Hukum Pertamina Otto Hasibuan di Jakarta, Kamis (26/4).

Pipa di Teluk Balikpapan itu patah diduga disebabkan oleh jangkar milik kapal MV Ever Judger. Kepolisian telah menyita kapal tersebut dan mencekal nahkodanya. Pertamina pun telah mengajukan gugatan pidana dengan pasal dugaan perusakan aset negara. Selain itu, Pertamina pun menuntut ganti rugi terhadap pemilik kapal.

Otto menyebut ada dua isu yang berkembang pada peristiwa pencemaran itu. Pertama ada pipa yang selama ini disebutkan bocor sehingga orang berpikir Pertamina lalai. Dia menegaskan Pertamina telah merawat, memasang, dan mengawasi pipa itu dengan baik. Proses perawatan dilakukan secara berkala oleh tenaga profesional. Pertamina juga telah mendapat sertifikat kelayakan dari Ditjen Migas Kementerian ESDM pada 10 November 2016 dan dinyatakan layak sampai dengan 26 Oktober 2019. “Jadi tidak ada alasan pipa itu bocor atau tidak layak. Pipa itu tidak ada masalah kecuali kalau dirusak,” tegasnya.

Isu kedua, lanjut Otto adalah kebocoran minyak itu tidak segera ditanggulangi sehingga dikatakan Pertamina lalai. Dia menegaskan Pertamina sebenarnya korban dari insiden tersebut. Namun dia mengungkapkan Pertamina tetap melakukan respon cepat dalam mengatasi pencemaran dan membantu masyarakat.

“Padahal ada orang yang berbuat salah, dan kerugian di Pertamina. Jadi artinya Pertamina ini korban, bukan pelaku. Tapi meskipun dia korban sudah melakukan tindakan-tindakan, minyak sudah dibersihkan. Jadi segala upaya antisipasi sangat sempurna dilakukan Pertamina,” ujarnya.

Buntut dari peristiwa pencemaran itu Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik dicopot dari jabatannya. Dewan Komisaris dan pemegang saham Pertamina menyoroti insiden tersebut.

Facebook Comments