Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan Indonesia di Era Bonus Demografi 2020 – 2030

Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan Indonesia di Era Bonus Demografi 2020 – 2030

- in Nasional, Pendidikan, Peristiwa
50
0
Ketua Umum HMI, Respiratori Saddam Al-Jihad Memberikan Sambutan dalam Pembukaan Sekolah Pimpinan HMI di Bogor.

Bogor | Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) menggelar Sekolah Pimpinan HMI pada 1 – 5 Oktober 2018 di Bogor. Kegiatan pelatihan ini diperuntukkan bagi para pimpinan (ketua umum) HMI Cabang dan Badan Koordinasi (Badko) se-Indonesia dengan tujuan agar para pimpinan di tingkat cabang (setingkat kabupaten/kota) dan Badko (setingkat provinsi) memiliki kompetensi dalam mengelola organisasi sesuai dengan mandat dan tujuan HMI.

“Tujuan dari pelaksanaan Sekolah Pimpinan HMI ini agar kader memiliki keterampilan dan profesionalisme dalam bidang manajerial, kepemimpinan, dan keorganisasian”, ungkap Helmy Yunan Ihnaton, Ketua Bidang Pembinaan Anggota PB HMI.

Menurut penjelasan Helmy, setiap peserta yang telah menyelesaikan Sekolah Pimpinan HMI ini diharapkan mampu melaksanakan implementasi visi dan arah gerakan PB HMI secara sistematis di tiap cabang dan badko. Selain itu, kader juga mampu memetakan, menganalisis, dan mengurai permasalahan di masyarakat, untuk kemudian merumuskan rekomendasi kebijakan sebagai solusi permasalahan tersebut dengan tepat.

“Seringkali kita gagal mengurai dan memetakan masalah, sehingga solusi yang dibuat tidak relevan dengan masalahnya. Maka dari itu, kemampuan membaca dan menganalisis permasalahan sangatlah dibutuhkan”, imbuh Helmy.

Terkait dengan tema kegiatan, Ketua Umum PB HMI, Respiratori Saddam Al-Jihad menjelaskan, bahwa bonus demografi merupakan tantangan yang dihadapi generasi milenial saat ini, sehingga dibutuhkan spirit kepemimpinan agar bonus demografi ini dapat dijadikan kekuatan guna membangun bangsa dan negara.

“Dari 10% masyarakat Indonesia yang mengenyam bangku perkuliahan, hanya 2% yang menjadi aktivis, dan terbanyak adalah HMI.  Oleh karenanya HMI secara esensial berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia, salah satunya dengan cara mendelegasikan calon pemimpin masa depan Indonesia”, ujar Saddam.

Melalui pelatihan Sekolah Pimpinan HMI ini, Saddam menghimbau agar lebih memperkuat modal sosial (social capital) berupa nilai-nilai kekeluargaan yang sudah ada di antara kader dan segenap pimpinan HMI, baik di tingkat cabang, badko, hingga Pengurus Besar.

Harapan besar dari adanya sekolah pimpinan HMI ini menurut Saddam, adalah membangun modal sosial (social capital) HMI dengan memperkuat nilai-nilai persaudaraan di antara ketua umum HMI cabang dan badko, meneguhkan visi dan mengkonsolidasikan gagasan bersama baik di tingkatan PB HMI, badko, dan cabang, serta menerjemahkan visi Youth Government dalam memberikan solusi terhadap kehidupan politik kenegaraan.

“Aktualisasi dari tujuan HMI harus mulai nyata dirasakan masyarakat, artinya HMI mulai masuk dalam kebijakan mikro yang riil bukan lagi hanya menyinggung soal isu makro dalam dialektika kebangsaan dan kenegaraan”, pungkas Saddam.

Facebook Comments