Fatsey : PB HMI, SADDAM – ARYA Memberi Penyakit Perkaderan.

Fatsey : PB HMI, SADDAM – ARYA Memberi Penyakit Perkaderan.

- in Nasional
622
0

JAKARTA – dualisme kepemimpinan Pengurus Besar Himpunan Mahasiwa Islam (PB HMI) R. Saddam Al’Jihhad dan Arya kharisma dinilai memberi dampak buruk bagi eksistensi organisasi Islam tertua itu.

Hal tersebut di terangkan Ibrahim Malik Fatsey (IMF) kepada wartawan di Jakarta, Rabu, (1/08/2019), pasalnya praktek kepemimpinan dari dua kader HMI itu justru memberikan citra buruk untuk HMI.

“Harusnya mereka menyadari hal demikian tentunya. Namun yang di praktekan adalah ciri kepemimpinan yang justru memberi dampak buruk yang luas bagi eksistensi organisasi HMI. Bukankah ini di sebut penyakit ?” Ucap Ibrahim

Ironisnya, mantang Pengurus HMI cabang Jakarta Pusat – Utara bidang Infokom itu, menyatakan akibat dualisme kepemimpinan Saddam dan Arya lakukan justru menunjukan kelemahan HMI dan eksistensinya sebagai organisasi perkaderan.

“HMI seolah sudah tak bernyawa dan jauh dari kiprahnya sebagai organisasi perjuangan dan perkaderan. Tujuan membina serta mendidik anak bangsa untuk menjadi kader Ummat dan Kader Bangsa, yang mengajarkan tentang kepemimpinan yang baik, Arif serta untuk memperjuangkan amar makruf nahi mungkar dan untuk kaum duafa tetelah hilang arah saat ini”. Terangnya

Pun aktivis HMI akrabnya di sapa IMF itu menyatakan keduanya secara nyata menanggung beban dosa seluruh kader HMI se-nusantara yang tidak ringan. Karena keduanya sebagai pemimpin organisasi besar ini, mempraktekkan sikap kepemimpinan yang tidak menyatu padahal tujuannya sama dan parahnya keduanya menunjukan tensi ego yang terlalu berlebihan.

“Kader HMI terbentang luas di seluruh pelosok Nusantara, kalo mereka banyak klaim untuk memenuhi kantong pribadi, sungguh sangat jelek mukanyadan menanggung dosa kader HMI seluruh nusantara, jika sikap itu benar-benar ada di antara keduanya” Terangnya

Fatsey juga berharap agar masalah dualisme kepemimpinan di tubuh Organisasi HMI cepat terselesaikandengan baik melalui jalan kongres sehingga marwah HMI sebagai organisasi perjuangan dan pecat keduanya sebagai kader HMI.

“Harapannya mereka sadar, kalo benar mereka pintar, mendingan jangan asah kepintaran ide doang. Namun juga asah moral dan kualitas diri yang baik. Bukannya demikian adalah ciri kepemimpinan nabi dan Khalifah setelahnya yang harus di contohkan ?. solusinya ada pada kongres dan dikongres nanti keduanya harap di pecat sebagai kader HMI, itu adalah solusi yang baik untuk mengembalikan marwah HMI saat ini” Tutup dia

Facebook Comments