Wasekjen PB HMI Rahmat Mony “ Penolakan Terhadap Pelantikan Presiden & Wakil Presiden Adalah Langkah Yang Tidak Di Benarkan Menurut Hukum”

Wasekjen PB HMI Rahmat Mony “ Penolakan Terhadap Pelantikan Presiden & Wakil Presiden Adalah Langkah Yang Tidak Di Benarkan Menurut Hukum”

- in Nasional
138
0

JAKARTA – Wakil Sekertaris Jendral Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Rahmat Ali Mony menyikapi adanya informasi yang ramai diperbincangkan terkait gerakan penolakan terhadap pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih hasil pemilu 2019 yang lalu.

“isu terkait gerakan penolakan terhadap pelantikan presiden dan wakil presiden republic Indonesia Yang akan di langsungkan pada 20 oktober mendatang merupakan lagkah yang non substansial dan tidak konstitusional, sebab presiden dan wakil presiden terpilih berdasarkan aturan harus di lantik, di tegaskan dalam undang undang dasar 1945 dalam pasal 3 dan pasal 9 sangat jelas, pasal 3 menjelaskan bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) hanya dapat memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden dalam masa jabatan, berdasarkan aturan ini MPR tidak berwenang secara hukum untuk membatalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih sebab ke duanya tidak sedang dalam masa jabatan, maka ketika isu terkait gerakan ini benar terjadi tentu sangat menyalahi aturan” Terang Mony kepada wartawan di Grean Pramuka Jakarta timur, (16/10/2019)

Menurutnya, hasil pemilihan umum pada 17 april 2019 lalu di akui secara hukum dan tidak bisa di ganggu gugat dengan apapun sebab telah di perkuat oleh putusan Mahkamah Konstitusi, dan tahapan selanjutnya adalah penatikan presiden dan wapres terpilih, polemik tentang suka dan tidak suka Jokowi dan KH Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih haruslah usai dan selanjutnya perlu di kawal bersama oleh rakyat untuk output kinerja pemerintahan yang lebih baik lagi. Tambahnya

Pun demikian, dirinya mengajak masyarakat Indonesia untuk mengakui dan mengawal pelantikan presiden dan wakil presiden nanti dengan aman. Hal tersebut tambahnya bahwa agenda pelantikan presiden dan wakil presiden 20 oktober nanti merupakan agenda kebangsaan yang harusnya di kawal oleh seluruh elemen bangsa termasuk juga generasi muda Indonesia.

Mony juga menghimbau masyarakat, pemudan dan mahasiswa tidak mudah teragitasi dengan skenario politik yang di mainkan oleh oknum dan kelompok politik tertentu serta larut dalam situasi politik yang tidak bermutu.

“Baiknya kita seluruh elemen bangsa termasuk juga pemuda dan Mahasiswa berpartisipasi dalam menjaga keamanan serta menyukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden Indonesia dan selanjutnya mari kita fokus untuk memikirkan masa depan Indonesia dengan mengawal babak baru pemerintahan Presiden Jokowi bersama Wapres KH. Maruf secara kritis solutif dan partisipatif, itu langkah terbaik untuk Indonesia kini” Pungkasnya

Facebook Comments