Kotarumalos Dinilai Tak Memenuhi Syarat, DPP IMM Tetapkan Aisiyah Fatsey Sebagai Formatur DPD IMM Maluku.

Kotarumalos Dinilai Tak Memenuhi Syarat, DPP IMM Tetapkan Aisiyah Fatsey Sebagai Formatur DPD IMM Maluku.

- in Nasional
135
0

AMBON – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah (DPP IMM) resmi menetapkan Aisiyah Fatsey sebagai Ketua Umum DPD IMM Maluku untuk masa bhakti 2020-2022.

Dirilis dari Malukunews.co, Rabu (15/01/2020), Pengangkatan Fatsey di anulir berdasarkan Surat Keputusan, Nomor: III/A-1/2020, yang ditandatangani langsung Ketua Umuum dan Sekretaris Jenderal DPP IMM, Najih Rraseyto dan M. Robby Rodliyya. K, tertanggal 13 Januari 2020.

“Iya berdasarkan Surat Keputusan yang di keluarkan ketua umum dan sekertaris jenderal pimpinan pusat muhammadiyah di jakarta kemarin, Kotarumalos dinilai tak memenuhi syarat sesuai amanat AD/ART IMM” terang Aisyah Fatsey di Ambon saat di konfirmasi visioner.id, Rabu, (15/01/2020)

Seperti diketahui, pada Musda XI IMM Maluku di Ambon beberapa waktu lalu, telah terpilih Baneli Kotarumalos sebagai ketua umum. Namun setelah pengusulan SK kepengurusan ke pusat, DPP IMM menolak Kotarumalos sebagai ketua umum. Kotarumalos dinilai tak memenuhi syarat sesuai amanat AD/ART IMM. DPP kemudian balik menetapkan Aisiyah Fatsey yang nota benenya rival Katarumalos pada pemilihan itu sebagai Ketua Umum DPD IMM Maluku untuk masa bhakti 2020-2024.

DPP IMM menilai, Kotarumalos tidak bisa diangkat karena alasan telah berumur 32 tahun, tidak sesuai yang diamanatkan dalam AD/ART, yakni syarat untuk menjadi calon Ketua Umum DPD IMM harus berumur maksimal 26 tahun. Kotarumalos pun akhirnya gugur. Sedangkan Aisiyah Fatsey yang merupakan rival Kotarumalos di Musda kemarin itu berumur 24 tahun. Fatsey pun kemudian diangkat DPP untuk menggantikan Kotarumalos.

Untuk diketahui, pada pertarungan pemilihan calon ketua umum pada Musda XI IMM di Ambon beberapa waktu lalu, Baneli Korarumalos berhasil mengalahkan rivalnya Aisiyah Fatsey dengan selisih tipis. Kotarumalos memperoleh 18 suara dan Aisiyah 17 suara. Pemilihan saat itu dipimpin Arjun Bola. (Qin)

Facebook Comments