Andai DKI Jakarta Lockdown, Dana BTT Perlu Disiapkan

Andai DKI Jakarta Lockdown, Dana BTT Perlu Disiapkan

- in Nasional
51
0

 

Jakarta Visioner.id,- Desakan yang diarahkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar segera mengalokasikan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk warga terdampak virus corona atau covid-19 mendapat respon positif dari Hery Susanto selaku Ketua Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (KORNAS MP BPJS).

Hery Susanto mengatakan pihaknya sependapat dengan gagasan penyiapan dana BTT sebagai kompensasi yang bersifat cash maupun kebutuhan pokok untuk warga tidak mampu yang bisanya bekerja harian atau berpenghasilan tidak menentu. Demikian disampaikan Hery Susanto melalui siaran pers di Jakarta (24/3).

Tujuan pencairan dana tersebut agar warga berpenghasilan tidak menentu atau pekerja harian ini dapat mematuhi imbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah, menghindari penyebaran virus corona. “Perlu diperhatikan terkait kompensasi yang diberikan tersebut kami usulkan tidak saja berupa uang cash namun juga bisa berupa sembako, setelah itu baru efektif work from home, dan jika masih tidak tertib bisa ditindak secara hukum,” kata Hery Susanto.

Hery Susanto membenarkan jika himbauan agar warga ibukota tidak ke luar rumah untuk menghentikan penyebaran penularan virus covid-19, tidak akan efektif, jika tidak dibarengi dengan pemberian bantuan kepada warga miskin pekerja harian. Sebab, mereka yang bekerja harian ini tidak akan bisa memberi makan keluarganya, apabila harus tinggal di rumah dan tidak bekerja.

Hery Susanto menyampaikan bahwa pihaknya mencatat data terbaru Peta Corona Jakarta tertanggal 23 Maret 2020 pukul 18.00 WIB. Ada 356 pasien positif corona di DKI Jakarta, di mana 218 dirawat, 22 orang sembuh, 31 orang meninggal dan 85 orang isolasi mandiri.

“Di Indonesia, DKI Jakarta wilayah yang paling banyak terpapar Covid-19, tidak cukup himbauan work from home saja, melainkan juga lockdown, namun sebelum itu harus ada penyaluran kompensasi untuk warga miskin, itu bisa berupa uang cash maupun sembako,” kata Hery Susanto.

Secara keseluruhan ada 796 kasus corona di Jakarta dengan 440 kasus menunggu hasil test. Jumlah kasus positif di titik kelurahan mencapai 262 kasus dan ada 94 kasus positif corona yang lokasinya belum diketahui.

Dari data tersebut ditemukan Kelurahan Pegadungan menjadi daerah dengan kasus positif corona terbanyak dengan 11 kasus, kemudian disusul oleh Kelurahan Tomang dengan 10 kasus positif corona.

Berikut daftar kelurahan dengan kasus positif corona di DKI Jakarta per 23 Maret :

Pegadungan 11 kasus positif corona

Tomang 10 kasus positif corona

Senayan 9 kasus positif corona

Kelapa Gading Timur 8 kasus positif corona

Kalideres 8 kasus positif corona

Kebon Jeruk 8 kasus positif corona

Bangka 6 kasus positif corona

CilandakBarat 6 positif corona

Bintaro 5 kasus positif corona

Pluit 5 kasus positif corona

Halim Perdana 4 kasus positif corona

Duren Sawit 4 kasus positif corona

Penggilingan 4 kasus positif corona

Lebak Bulus 3 kasus positif corona

Sebelumnya, Pemprop DKI Jakarta telah meminta perkantoran tidak menjalankan operasi selama 14 hari. Ada 517.743 orang yang bekerja dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19 di Jakarta.

Hery Susanto menerangkan bhawa bagi kalangan kelas menengah ke atas, himbauan itu efektif karena mereka memiliki saldo keuangan yang cukup untuk menghadapi work from home bahkan lockdown sekalipun.

“Himbauan diam di rumah bagi warga miskin pekerja harian itu sulit dilakukan, mereka butuh uang harian untuk kebutuhan pokoknya, harus ada langkah konkret Pemprop DKI Jakarta guna siapkan dana BTT hadapi Covid-19 di akar rumput,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments