PEREMPUAN DAN PERJUANGAN

PEREMPUAN DAN PERJUANGAN

- in Opini
306
0

Penulis :

Karsila Hayat

(Sekertari umun Kohati Kom.STKIP Kieraha Ternate)

(Sebuah refleksi dalam memperingati hari perempuan Nasional)

OPINI – Dalam konteks perjuangan saya mencoba menganalogikan perempuan sebagai sebuah jembatan yang dimana jika jembatan itu tetap berdiri kokoh dan tegar maka orang-orang yang berada di atas jembatan itu pun akan tetap aman tetapi jika sewaktu waktu jembatan itu rusak atau roboh maka orang-orang yang melewati jembatan itupun akan jatuh bahkan akan cacat begitupun perempuan jika dalam perjuangan perempuan tidak memiliki semangat perjuangan yang ber api-api maka hilanglah sudah dinamika perjuangan itu.

Perempuan dan perjuangan bagaikan anak kembar yang tak bisa di lepas pisahkan sebab kodrat perempuan adalah berjuang sungguh kata perjuangan tidak bisa di pisahkan dari perempuan. Berjuang untuk hidup, berjuang untuk membangun rumah cinta,berjuang untuk melahirkan anak-anak manusia, membesarkan dan mendidik anak-anak, menciptakan peradaban di bumi dan itulah perempuan, berjuang, pejuangan, memperjuankan itulah kaata yang tak bisa di lepas pisahkan dari peempuan.

Tercatat dalam sepanjang sejarah, banyak perempuan-permpuan hebat yang telah menorehkan tinta emas dalam memperjuangkan agama dan bangsa ini. Di ceritakan dalam sepanjang sejarah islam ada beberapa wanita hebat yang harus di jadikan panutan hidup yang telah berkonstribusi dalam perjuangan islam.

– Siti Aisyah seorang wanita soleha yang tetap istiqomah dan teguh beriman kepada Allah walaupun berbagai macam cobaan hidup yang dia alami,berbagai macam cobaan hidup tak membuatnya goyah,beliau tetap teguh dalam mempertahankan keimananya terhadap Allah.di setiap kepedihan dan kesengsaraan hidup yang dia derita beliau selalu berdoa kepada Allah untuk membangun sebuah rumah di syurga dan Allah mengabulkan doanya, doa tersebut Allah abadikan dalam Ayat suci A-Quraan Surat A-Tamrin ayat 11.

– Siti Maryam pesona wanita suci dan soleha yang tinggi derajat ketaqwaannya kepada Allah serta menghabiskan hari-harinya untuk berdzikir kepada Allah

– Siti Khodijah pesona istri soleha yang penuh cinta kasih dan kelembutan serta istri dari Rasullullah yang rela korbankan harta dan kekayaannya untuk menyebarluaskan ajaran islam

– Siti Fatimah sosok wanita soleha yang rela mengorbankan hartanya untuk penyebaran risalah islam serta mempunyai kepribadian yang sangat muliah.

– Ummu Anas sosok wanita bermental baja dan sangat rajin beribadah kepada Allah.

Itulah beberapa perjuangan wanita muslim dalam memperjuankan Agama Allah,tercatat kembali dalam sejarah kemerdekaan Indonesia selain bung Karno dan para pejuang lainnya ada beberapa perempuan yang tak kalah dalam sisi perjuangan kemerdekaan Indonesia

Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia inilah deretan para pejuang perempuan yang turut melawan penjajahan belanda.

-HR Rasuna said seorang orator pejuang kemerdekaan Indonesia.dia adalah sala satu wanita pemberani yang sering mengecam kekejaman dan ketidakadilan pemerintah belanda beliau pernah di penjara pada tahun 1932.

– RA.Kartini siapa yang tidak kenal dengan beliau seorang pelopor kebangkitan perempuan pribumi serta tercatat sebagai seorang pelpor yang mendirikan sekolah wanita ia berkeinginan untuk memajukan perempuan pribumi karena melihat kondisi sosial saat itu perempuan pribumi berada di status sosial rendah.semangat dan keinginan kartini membuat perempuan indonesia bisa berpendidikan sampai pada saat ini.

– Cut Nyak Dien perempuan hebat yang pernah melakukan perlawanan terhadap penjajah belanda setelah kematian suaminya pada tahun 1878.kematian suaminya membuat beliau berjanji akan menghancuekan belanda

– Dewi Sartika pernah membangun sekolah perempuan pertama se Hindia-Belanda untuk membuktikan bahwa perempuan juga memiliki kemampuan yang tidak ada bedanya dengan laki-laki

– Martha cristina tiahahu adalah wanita berasal Maluku (Ambon) wanita pemberani yang ikut serta dalam peperangan mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran baik di pulau nusa laut maupun di saparua,beliau ikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan

– Nyai Ahmad Dahlan yang selalu mendampingi sang suami dalam mengembangkan organisasi Muhammadiyah di bayuwangi beliau juga pernah memimpin kongres Aisyiah di surabaya. Kepemimpinannya dalam memimpin kongres besar membuat masyarakat kagum presiden Ir.Soekarno dan panglima besar soedirman sering mengunjunginya untuk bertukar pikiran mengenai situasi perjuangan pada saat itu.

– Nyi Ageng Serag ketika perang di ponegoro meletus beliau ikut bergabung dengan pasukan di ponegoro melawan belanda beliau juga di angkat menjadi penasihat pasukan di ponegoro.

– Fatmawati adalah salah satu tokoh pergerakan kemerdekaan Nasional dalam perjuangan bangasa Indonesia fatmawati yakin indonesia akan merdeka olehnya itu dengan keyakinanya belia menjahit benderah merah putih dan bendera yang di jahit di kibarkan sesaat proklamasi kemerdekaandi bacakan oleh bung karno.

– Laksamana Malahayati beliau adalah pahlawan wanita yang membentuk pasukan janda prajurit aceh yang gugur dalam peperangan melawan armada portugis.

Dari beberapa kronologi, perempuan dan wanita muslimah di atas dapat kita jadikan inpirator serta motivator dalam sisi perjuangan sebab perempuan dan perjuangan adalah dua kata yang tak bisa di lepas pisahkan karena bangsa yang besar akan berdiri jika para perempuan mampu bangkit dan mentrasferkan nilai-nilai positif untuk keluarga serta kepada generasi penerus bangsa bahkan saya sering katakan kepada bebrapa teman perempuan saya bahwa di jaman milenial yang kita hadapi sekrang perempuan memang betul-betul di tampar dengan beberapa tanparan psikologi yang menyayat jiwa, ada bahasa-bahasa sindiran yang sering menjadi trending topik bahwa sanya tempat perempuan itu di sumur, kasur dan di pasar maka dari tamparan-tamparan tadi saya mencoba merelasikan antara tamparan psikologi tadi dengan bukunya Saskia Elonora Wieringa yang berjudul Penghancuran Gerakan Perempuan di Indonesia pada halaman 75:(2.2.2 Gerakan perempuan) yang mengatakan bahwa gerakan perempuan dapat di lihat sebagai spekrum menyeluruh dari perbuatan individu atau kolektif secara sadar dan tidak sadar.

untuk itu, transformasi peningkatan pngetahuan harus selalu di bentuk,di pupuk dan di rawat agar mampu melahirkan generasi yang membanggakan bukan generasi yang memalukan sebab pesatnya ilmu pengetahuan memaksa kita untuk berpikir, Perempuan sudah harus mampu berpikir untuk merubah paradigma baru yang kritis, harus mampu berpikir bagaimana menciptakan perjuangan sehingga dapat melahirkan generasi Nukila yang progres serta militan karena perkembangan zaman yang kita hadapi sekarang tidak akan menghadirkan solusi jika kita hanya mengandalkan kosmetik-kosmetik yang memanjakan tubuh sudah saatnya kita satukan ide serta gagasan dan sama-sama kita bangkitkan semangat sehingga dapat melahirkan sebuah peradaban.

Catata: saran dan kritikan dari pembaca sangat di butuhkan agar menjadi bahan evaluasi

Facebook Comments