Peran Pemuda Indonesia Dalam Melahirkan Kepemimpinan Publik

Peran Pemuda Indonesia Dalam Melahirkan Kepemimpinan Publik

- in Opini
181
0
Muhammad Syah Reza Gani

Oleh: Muhammad Syah Reza Gani

Bidang Departemen Pertahanan dan Keamanan PB HMI

Pemuda merupakan tongkat estafet yang dimiliki suatu bangsa, manakala peran dan fungsi pemuda
diposisikan ke arah pembangunan masa depan. Pemuda juga merupakan aktor pembangunan. Pemuda
hadir dimasa kini serta ia dapat menentukan apa yang harus dilakukan pada saat ini untuk masa
mendatang. pemuda juga memiliki tanggung jawab sebagai “agent of control community development”,
dimana pembangunan terhadap masyarakat harus dapat melibatkan pemuda, disamping pemuda harus
sadar akan kontribusi pemikiran kepada masyarakat.

Bila kita berkaca kepada sejarahpun awal terbentuknya Bangsa Indonesia mulai dari pada semangat
para pemuda, dimana ada Haji Samanhudi, seorang pria yang baru berusia 27 tahun itu mendirikan
sebuah organisasi yang bernama Sarekat dagang Islam (SDI). Organisasi yang di singkat SDI itu lahir
pada tanggal 16 oktober 1905. Adapun terdapat pemuda-pemuda yang juga mempelopori bangkitnya
pergerakan nasional, yaitu sutomo yang baru berusia 20 tahun (lahir 30 juli 1888) ketika mendirikan
Organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Suwardi Suryaningrat yang kemudian dikenal
dengan nama Ki hajar Dewantara baru berusia 20 tahun ketika mendirikan Indische Partij pada tahun
1912 bersama-sama Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo.

Tokoh-tokoh lain pun mulai aktif dalam pergerakan nasional pada usia yang masih muda. Muhammad
Hatta mulai memimpin Perhimpunan Indonesia ketika usianya baru mencapai 21 tahun. Ketika
menghadiri sidang Liga Anti Kolonialisme di Paris, usianya baru 23 tahun. Agus Salim dan
Cokroaminoto mulai aktif memimpin Sarekat Islam pada umur 22 tahun. Soekarno tampil sebagai tokoh
pergerakan nasional pada umur 22 tahun dan menjadi ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) pada usia
26 tahun. Muhammad Yamin ketika ikut merumuskan Sumpah Pemuda di tahun 1928, umurnya baru
22 tahun. Ia mulai aktif dalam Jong Sumatranen Bond pada usia 19 tahun.

Merekalah yang pertama menemukan konsep persatuan sebagai satu bangsa, pada awal abad ke-20.
Peristiwa itu dapat disebut sebagai lahirnya bangsa indonesia dalam bentuk idea. Dengan sumpah
pemuda 28 oktober 1928, bangsa indonesia tidak lagi berupa idea, melainkan telah menjelma menjadi
konsep. Konsep bangsa indonesia menjadi aktual dengan proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17
agustus 1945. Proklamasi kemerdekaan merupakan saat lahirnya bangsa indonesia secara aktual, juga
karena peranan pemuda yang waktu itu bergabung dalam berbagai kelompok, seperti kelompok pelajar,
kelompok peta, kelompok mahasiswa maupun kelompok pemuda lainnya.

Coba ingat kembali ketika peristiwa rengasdengklok, 16 agustus 1945. Dimana para pemuda pada saat
itu yang dipimpin soekarni, wikana, serta chairul saleh menculik soekarno-hatta ke rengasdengklok
dengan satu tujuan: mendesak mereka agar mempercepat proklamasi indonesia. Upaya ini akhirnya
berhasil, esok harinya, 17 agustus 1945, soekarno-hatta memproklamasikan kemerdekaan indonesia.
Sekali lagi pemuda memainkan peran penting bagi bangsa.

Walupun banyak tantangan yang harus ditempuh oleh para pemuda tetapi mereka tetap berusaha keras
supaya bangsa indonesia bebas dari penjajahan dan rakyat indonesia tidak lagi menderita seperti waktu
adanya penjajahan oleh bangsa lain. Setelah di proklamasikan kemerdekaan Indonesia , para pemuda
mulai melakukan pemberontakan di berbagai wilayah dan mengusir para penjajah dan merebut wilayah-wilayah dari tangan para penjajah, akhirnya bangsa indonesia bersih dari jajahan bangsa lain.

Ketika kita menenggok ke belakang melihat sejarah perjuangan pemuda dalam membangun bangsa ini,
maka akan terbentuk sejuta harapan dan tentu akan melahirkan seribu ide dalam usaha memperkokoh
cita-cita harapan para leluhur kita. Namun saya melihat kondisi pemuda indonesia saat ini, mengalami
degradasi moral, terlena dengan kesenangan dan lupa akan tanggung jawab sebagai seorang pemuda.
Tataran moral, sosial dan akademik, pemuda tidak lagi memberi contoh dan keteladanan baik kepada
masyarakat sebagai kaum terpelajar, lebih banyak yang berorientasi pada hedonisme (berhura-hura),
pragmatis, dan bahkan apatis terhadap lingkungan sekitar. Tidak banyak pemuda yang peka terhadap
kondisi sosial masyarakat saat ini, dalam urusan akademik pun banyak mahasiswa tidak menyadari
bahwa mereka adalah insan akademis yang dapat memberikan pengaruh besar dalam perubahan menuju
kemajuan bangsa.

Bila kita merujuk pada sejarah maka kita akan sadar bahwa pemuda telah menjadi pemimpin publik,
dimana diri pemuda harus dibentuk dengan kekuatan keintelektualan yang mana kecerdasan harus dapat
diraih oleh para pemuda. sebagaimana dalam pembukaan UUD 1945 termaktub dengan tegas
menyebutkan : mengamanatkan pemerintah negara indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan
untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Dengan singkat amanat UUD 1945 telah memberikan tugas dan tanggung jawab kepada negara bahwa
dapat memastikan generasi penerus telah siap memegang tongkat estafet untuk dapat meneruskan
menjadi seorang pemimpin. dengan demikian pemuda harus menyiapkan diri untuk dapat menjadi
pemimpin-pemimpin di masa mendatang dengan menyiapkan diri di masa kini. pemuda juga harus
punya sikap tegas, menyatakan secara terbuka bahwa “kami akan memastika bahwa stock pemimpin
pemimpin yang adil, tegas dan peduli kepada masyarakat indonesia tidak akan pernah habis di masa
mendatang”. sikap tegas ini juga diikutsertakan dengan perilaku pemuda dalam setiap hembusan nafas,
dimana kaki melangkah, disitu pemuda menitip sejuta cita-cita yang akan diraih bersama.

Facebook Comments