Memamah Buku ‘Menjerat GusDur’, Tidak adil jika hanya membidik HMI connection

Memamah Buku ‘Menjerat GusDur’, Tidak adil jika hanya membidik HMI connection

- in Opini
541
0

Memamah Buku ‘Menjerat GusDur’, Tidak adil jika hanya membidik HMI connection

Oleh: Azmi Muttaqin, pembina GusDurian Universitas Wahid Hasyim.

(Foto: beritacenter.com)

Visioner.id – Tidak adil jika hanya membidik HMI connection. Kita tahu, bahwa Prof Mahfudz MD adalah tokoh HMI dan pernah menjadi ketua KAHMI pusat. Beliau termasuk orang terdekat Gus Dur, loyalis dan Gusdurian sampai hari ini.

Dan PMII connection, melalui gerbong cak Imin, (semua ex aktifis PMII yg di DPP PKB versi cak imin), bersama-sama menikung dan mengusir Gus Dur dari PKB. Partai yang dulu didirikan olehnya. Dan sekaligus Kyainya mereka, yang kemudian mereka khianati sendiri.

Dan tidak berhenti begitu saja. Anak-anak biologis dan ideologis Gus Dur (Gusdurian), semuanya terdepak dari PKB versi Cak Imin (PMII connection). Sampai Gus Dur pernah mengatakan, bahwa beliau tidak akan pernah rela, jika nama dan fotonya dijual oleh PKB versi begundal-begundal tersebut.

Tidak mengherankan jika Munas PKB kemarin, Cak imin dan barisannya ex PMII, yang akhirnya mengalami konflik saling tikung menikung sendiri. Mereka yang termotivasi karena politik transaksional, maka selain korupsi, pengkhianatan menjadi tradisi perilaku berpolitiknya.

Karena mereka adalah para politisi yang tidak sanggup mengikuti jejak arah politik Gus Dur, yaitu berpolitik anti transaksional, yang lahir dari dorongan kegelisahan rakyat karena rakusnya oligarki. Baik oligarkh produk Orba maupun reformasi.

Gus Dur ingin membuat sistem untuk membatasi para oligarki yang terus menguasai pengelolaan negara untuk kepentinganya sendiri. Politisi seperti itu akan selalu mengandaikan, diluar darinya adalah musuh & dan membangun dirinya menjadi oligarki baru.

Bagi saya, musuh Gus Dur bukanlah HMI, atau bahkan orang-orang Orba sekalipun. Tetapi mereka yang mempunyai nalar bengkok dalam tujuan bernegara. Apakah sebagai politisi, pengusaha, maupun penyelenggaraan negara, bahkan akademisi & tokoh publik. Mereka yang berada di era Orba dan setelahnya.

Memang Akbar Tanjung adalah mantan ketua PB HMI dan produk Orba, tetapi cak Imin pun juga sama, mantan ketua PB PMII, bahkan politisi produk reformasi. Berikut barisan elit DPP PKB lainnya.

Lantas apakah juga adil jika kita mengadili PMII? Seperti halnya kita hari ini beramai2 meludahi HMI atas kasus kudeta Gus Dur.

Berlakulah adil sedari dari pemikiran kawan/sahabat/abang, tidak semua HMI & PMII connection itu bernalar bengkok, dan bermimpi menjadi oligarki.

Facebook Comments