Menuju Tuban Satu: Masyarakat dan Pemuda Akan dibawa Kemana ?

Menuju Tuban Satu: Masyarakat dan Pemuda Akan dibawa Kemana ?

- in Opini
293
0
Munif Tobi Trihanto, (Pemuda Desa Sugihwaras, Parengan, Tuban)

Riuh dari kontestasi politik untuk menjadi orang nomor 1 di kabupaten Tuban mulai merebak, para kontestan mulai melenggang dengan parfum paling harum juga tampang terbaiknya untuk mendapat simpati konstituen, namun apakah momentum 5 tahunan ini akan memberi implikasi positif bagi wajah Kabupaten Tuban kelak ? bukan hanya dari kalangan yang sudah matang secara usia, atensi masyarakat dari segala usia dan unsur mulai tersita, banner-banner mulai terpasang di setiap persimpangan jalan, pada momen ini lah wajah dari tanah kelahiran kita akan di tentukan arahnya. yang terpenting keberpihakan serta mengedepankan kepentingan pada masyarakatlah yang harus di utamakan bagi siapapun yang menang kelak.

Quo Vadis transisi kekuasaan

Harapan suci merona kembali dimata masyarakat pada setiap tranisisi kekuasan, mimpi-mimpi kesejahteraan, keadilan, dan kesetaraan termaktub kembali pada benak, narasi apriori pengentasan kemiskinan dan pensejahteraan masyarakat bak jala yang di tebar di lautan untuk menjaring suara konstituen, lalu biasanya mehegemoni dengan janji-janji politis hingga money politik menjadi jalan tol gelap mencapai kemenangan, momentum ini harusnya para politisi bukan hanya berorientasi pada kekuasaan, tapi akan digunakan untuk apa kekuasaan tersebut, legitimasi suara masyarakat memberikan kuasa pada siapa yang menang untuk menentukan hajat hidup Masyarakat Tuban, maka politik haruslah menjadi jalan perjuangan untuk kehidupan yang lebih baik, politik seharusnya untuk mengkalikan kemakmuran serta membagikanya kembali, politik bukan saja untuk menegakan keadilan namun memastikan keadilan tegak, dan politik harusnya membangkitian kesadaran sosial untuk menentukan arah kedepan bersama bukan mendominasi sesama, agar tidak menjadi lagu lama lagi lagi masyarakat yang di rugikan,

Tantangan kabupaten tuban hari ini cukup berat apalagi tuban menjadi lokasi proyek strategis nasional Grass Root Refinery (GRR) yang sengketa pembebasan lahan masih terjadi antara masyarakat dan pemerintah khusunya masyarakat di Kecamatan Jenu Desa Sumurgeneng. jika pemerintah tidak segera mengambil langkah strategis dan menimbang masak-masak bagaimana dampak dan solusi maka kembali lagi masyarakat yang menerima dampak megatifnya, dan bukan hanya secara ekonomi namun dampak sosial dan kebudayaanya yang juga perlu di perhatikan. selanjutanya kemiskinan tuban masih bertengger di Lima Besar kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di jawa timur, yang GKM (Garis Kemiskinan) di hitung dr pendapatan perkapita perBulan sebesar Rp328.000, . Ketiga tinggkat pengangguran walaupun standart International Labour Organization (ILO) yaitu 3.0 persen dan angka pengangguran Kabupaten Tuban sebesar 2,83%(Agustus 2019) ini angka yang cukup riskcoun belum lagi banyaknya pemuda dan masyarakat Tuban terutama di desa yang merantau ke kota. pada aspek pembangunan manusia tuban mendapat rangking 37 dari 38 kabupaten di Jawa Timur realitas yang cukup memyakitkan.

Human capital adalah kekayaan era modern sebagai pondasi pembangunan aspek-aspek lain, seperti ekonomi, sosial, perkembangan teknologi yang lebih baik lagi, hal ini perlu di garis bawahi karena ini lah pondasi terpenting untuk menciptakan tuban yang lebih progrrssif dan produktif. inilah seabrek persoalan yang sebenarnya masih banyak lagi yang perlu segera di tangani bagi calon orang nomor 1 di Tuban, dan yang perlu di ingat adalah masyarakat bukanlah objek utuh dari suatu kebijakan namun masyarakat juga sebagai subjek yang aspirasi melalui ruang publik seperti yang di bayangakan tokoh jerman Jurgen Habermas yang membayangkan masyarakat sebagai suatu auditorium raksasa yang menjadi locus sirkulasi komunikasi-komunikasi anonim. Demokrasi dalam konteks ini menjadi model demokrasi deliberatif dengan mengedepankan tindakan komunikatif, yakni model kedaulatan yang bertumpu pada proses-proses komunikasi, sehingga membuat suatu kebijakan yang legitimate secara intersubjektif.

Problem pemuda dan Peluang Bonus Demografi

wie de jeugd heft, heft de teokomost

itulah peribahasa belanda yang berarti siapa yang memegang pemuda pada hari ini, maka dia akan memegang hari kemudian, kesempatan kerja yang kurang lebar di kabupaten tuban mengharuskan urbanisasi kaum muda di kota besar untuk mengadu nasib, belum lagi persoalan modernisasi yang menuntut kecakapan-kecakapan tertentu untuk terjun di dunia kerja, belum lagi disrupsi  teknologi yang mendegradasi jumlah angkatan kerja yang digantikan oleh mesin-mesin cerdas menjadi momok bagi pemuda yang minim kompetensi atau unskillable semakin tidak relevan dengan kondisi zaman, pemnfaatan teknologi belum dipergunakan pada hal yang semestinya, tak usah melihat data mari kita tengok di warung kopi terdekat yang di gandrungi banyak anak muda dengan memiringkan handphone.

Apalagi tantangan dan peluang bonus demografi sudah di depan mata, jika kabupaten tuban tidak segera mempersiapkan semua nya bonus demografi malah menjadi momok yang memberikan persoalan dari ekonomi hingga sosial, program Rencana Aksi Nasional ( perpres no.66 tahun 2017) yang harusnya di tindak lanjuti juga di daerah belum berdampak signifikan terutama di desa-desa, harapan besar pada kontestasi politik kabupaten tuban ada perhatian lebih pada generasi muda yang secara jumlah boleh di bilang tidak sedikit mencapai angka kurang lebih 1,3 juta, jumlah ini lah yag harusnya diubah menjadi kekuatan besar bagi perubahan Bumi wali yang lebih baik lagi.

Terakhir pesan yang saya sampaikan bagi para calon bupati, mengutip Bung Hatta ” Indonesia tidak dibangun dari gemerlapnya lampu-lampu kota tapi nyala lilin yang ada desa lah yang akan membangun indonesia” perhatian kepada desa lah yang dapat menjadi kesempatan bagi pembangunan Kabupaten Tuban terutama sesuai power dan potensi yang dimiliki, anggaran yang melimpah harusnya juga mampu dimanfaatkan bagi pembangunan manusia yang sebagai modal untuk membangun Tuban dengan spirit of harmony yang lebih berkemajuan lagi.

Facebook Comments