Aksi Kecaman terhadap Intoleransi dalam Beragama

Aksi Kecaman terhadap Intoleransi dalam Beragama

- in Opini
610
0

Surabaya, Gagasanindonsia.com- Jumat (16/10/2015) sekelompok Mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya melakukan Aksi Damai di depan Markas Kepolisian Daerah (MAPOLDA) Jawa Timur.

Aksi yang diikuti oleh kurang lebih lima puluh Mahasiswa itu berlangsung sekitar dua jam di depan MAPOLDA Jawa Timur, dengan tuntutan agar Kepolisian mengusut tuntas kasus penistaan agama yang dilakukan oleh PT. Pradipta Perkasa Jl. Raya Wringin Anom KM 33,2 Kabupaten Gresik, yang memproduksi sandal dengan ukiran alas bertuliskan lafadz Allah. Bahkan kejadian tersebut sudah berlangsung sejak satu tahun yang lalu, tepatnya pada bulan September 2014 sampai bulan Oktober 2015.

Massa aksi berorasi secara bergantian di depan MAPOLDA Jatim, setelah sekitar satu jam berorasi massa sempat memaksa masuk ke dalam MAPOLDA Jatim dengan harapan bisa menemui KAPOLDA.

Namun usaha masuk itu berhasil digagalkan oleh polisi yang mengamankan jalannya aksi pada saat itu, sehingga para mahasiswa yang tergabung dalam LDMI tersebut kembali melanjutkan orasinya di depan MAPOLDA Jatim.

Selain menuntut kepolisian mngusut tuntas kasus penistaan agama yang dilakukan oleh PT. Pradipta Perkasa, terdapat tuntutan lain oleh dari aksi damai kali ini yang termuat dalam press release yang disebarakan kepada kawan-kawan media. Antara lain;

1. Meminta aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan persoalan yang jelas-jelas telah melanggar konstitusi negara dengan konsekuensi yang telah ditetapkan dalam hukum dan diatur dalam perundang-undangan.

2. Meminta aparat penegak hukum benar-benar melakukan penyidikan dengan serius dengan introgasi yang tidak hanya bertumpu pada teori surfice strukture tapi juga pada teori deep stukture agar bisa diketahui dengan jelas kalau tindakan produksi tersebut dilakukan dengan sengaja dan terencana atau tidak.

3. Menekan pihak terkait untuk menarik produk yang telah terdisribusi ke tengah-tengah masyarakat dan diganti dengan produk yang benar-benar bersih dari tindakan yang bertentangan dengan undang-undang serta penistaan agama.

4. Menindak dengan seadil-adilnya seluruh bentuk kegiatan yang berkaitan dengan penistaan agama yang mengganggu terhadap kerukunan umat beragama, dengan menyelidiki otak dari kasus PT. Pradipta Perkasa yang telah melakukan penistaan agama.

5. Mengawal dan mengontrol media agar tidak berlebihan dalam melakukan pemberitaan yang tidak berimbang dalam beberapa kasus penistaan agama yang lain, yang justru hanya membuat keadaan masyarakat semakin tidak harmonis dan rukun antar umat beragama.

Lima tuntutan itulah yang disampaikan pada aksi damai kali ini, para peserta aksi juga berjanji akan melakukan aksi lanjutan jika tuntutannya pada hari ini tidak ditanggapi dan tidak ditindaklanjuti dengan massa yang lebih banyak, sampai tuntutan mereka betul-betul di tangani dan ditindak lanjuti oleh kepolisian daerah jawa timur.

Reporter : Andre
Editor : Muhammad Shofa

Facebook Comments