Sensasi Mancing Tuna di Perairan Ternate Alor ditemani “Dolphin”

Sensasi Mancing Tuna di Perairan Ternate Alor ditemani “Dolphin”

- in Artikel
3407
0

Oleh : Rahmad Nasir

Pagi menjelang siang kami berencana berkunjung ke Pulau ternate Alor. Dengan perjalanan darat menggunakan sepeda motor hingga di sebelah Desa Sebanjar ada pelabuhan mini yang biasa menjadi jembatan penyeberangan masyarakat ternate Alor.

Kami menyeberang menggunakan motor laut super kecil dengan kapasitas seitar 10-15 orang. Sesampainya di sana kami dikejutkan dengan gerombolan lumba-lumba yang sedang bermain dengan gelombang. Asal tahu saja gerombolan lumba-luba memang kerap bermain di depan perairan laut pulau Ternate Alor.

Sebagai orang nelayan pasti tahu bahwa jika ada gerombolan lumba-lumba maka sudah pasti ada gerombolan ikan tuna dengan berbagai ukuran. Tanpa berfikir panjang kami pun melepaskan mata kail dengan senar yang sangat panjang. Bermodalkan kail yang dipasang bulu ayam, seperangkat alat mancing itu pun terus dilepas gulungannya secara perlahan.

Perahu motor kami berputar-putar mengelilingi gerombolan ikan lumba-lumba tersebut. Tak butuh waktu lama, tiba-tiba tarikan senar sangat kencang yang menandakan bahwa ikan tuna telah memakan umpan kami. Gas mesin motor perlahan diturunkan seiring dengan tarikan senar di tangan saya. Jika tak memakai kaos tangan maka tangan kita bisa saja luka akibat senar yang sangat kencang.

Memancing memang seni, perpaduan antara naik turunnya gas mesin motor dengan kekuatan tarikan harus diatur seirama jika tidak mau ikan tersebut kembali terlepas. Menghadapi tarikan ikan ini butuh kesabaran, jika masih terlalu kuat dibiarkan sedikit kemudian ditarik lagi sampai ikannya lemah dan ditarik secara perlahan. Saat ikan mendekat ke perahu motor, tidak bisa terus ditarik ke atas perahu, akan tetapi tangan kitalah yang dicelupkan ke laut dan langsung memegang dua sisi insang ikan secara kuat dan diangkut ke atas perahu motor.

Jika ikannya masih “menggelepar” maka kita bisa saja memukul kepala ikan dengan dayung sehingga menjadi tenang. Jika tidak maka ikan tersebut bisa saja melompat ke arah laut. Beberapa ikan yang ditarik pun demikian cara mendapatkannya. Ingin rasanya saya terjun ke lautan biru untuk bermain-main dengan lumba-lumba namun saya urungkan niat saya karena sedikit takut.

Gerombolan ikan lumba-lumba memang menjadi tontonan menarik. Mereka meliuk-liuk dalam barisan yang rapih dan sepertinya tak takut dengan manusia sehingga mereka semakin dekat dengan perahu motor kami. Konon menurut cerita mereka adalah sahabat manusia dan pernah menyelamatkan manusia sehingga masyarakat kami pun dilarang menangkap dan membunuh lumba-lumba bahkan haram untuk dimakan lagi pula katanya dilindungi Undang-Undang.

Ikan lumba-lumba memang membawa berkah bagi kami karena telah mengantarkan puluhan ikan tuna bagi kami. Ini rezeki luar biasa karena mendatangkan nilai secara ekonomis. Sehabis mengantarkan rezeki pada kami, lumba-lumba itu masih mengiringi kami hingga dekat dengan daratan pulau Ternate Alor. Anda bisa merasakan bagaimana para lumba-lumba begitu memuliakan manusia.
Jika anda berkunjung ke Alor via laut menggunakan kapal ASDP atau PELNI, kerap disuguhi tontonan secara gratis gerombolan ikan lumba-lumba di perairan Alor. Mereka seakan-akan mengiringi keberangkatan kita atau menjemput kita yang hendak ke Alor. Mereka seakan mengucapkan “Welcome to Alor” atau “nice to meet you, see you again next time”.

Saya jadi teringat dengan cerita atau di televisi tentang tempat hiburan yang memanfaatkan lumba-lumba untuk menghibur penonton dengan tarif yang mahal. Kadang-kadang saya merasa sedih melihat lumba-lumba yang mungkin kelelahan. Belum lagi mereka dikurung di kolam yang sempit dan tentu ini berpotensi menganiaya lumba-lumba alias “dolpin”.
Perairan Alor khususnya Ternate Alor memang adalah alam yang menyediakan hiburan gratis serta menyimpan kekayaan yang luar biasa bagi nelayan Alor pada umumnya. Itulah yang menyebabkan meskipun perahu motor yang berfungsi sebagai kenderaan penumpang bisa sekaligus menjadi penangkap ikan tuna jika pada saat menyebrang menemukan gerombolan ikan lumba-lumba.

Jika anda punya handycame maka saya sarankan untuk mengabadikan momen tersebut dalam bentuk video yang mendatangkan kepuasan tersendiri. Begitulah cara kami menikmati alam Alor sebagaimana kata Mantan Bupati, Bapak Ir. Ans Takalapeta bahwa “Alor memang indah asal kita pandai menikmati”.

Facebook Comments