TRIO ABDUL PENGAWAL AHMAD YOHAN

TRIO ABDUL PENGAWAL AHMAD YOHAN

- in Artikel
1870
0

Oleh: Farhan Syuhada

Perhelatan politik nasional di Indonesia memasuki tahun 2018 akan semakin memanas. Selain karena ada Pilkada Serentak secara nasional, tahun 2018 merupakan pemanasan mesin politik menuju Pemilu 2019. Kerja-kerja para politisi mulai dari level nasional hingga lokal akan diuji selama satu setengah tahun kedepan. Terlepas apapun hasilnya nanti, yang pasti selama tahun 2018 hingga 2019 publik akan disuguhi semarak pesta demokrasi langsung Indonesia.

Selain fungsi rekrutmen dan pendidikan politik, sejatinya partai politik juga berfungsi mengagregasi dan mengartikulasikan kepentingan politik rakyat di pentas politik formal. Dengan demikian para fungsionaris atau tokoh-tokoh partai politik terutama pada level nasional harus bekerja ekstra keras untuk menggerakkan semua instrumen partai agar bisa menjadi partai politik yang fungsional. Hanya partai yang fungsional sajalah yang akan mendapatkan tempat di hati rakyat. Dengan eksis menjalankan peran-peran sebagai fungsionaris partai, maka tokoh-tokoh yang ada di masing-masing partai itulah yang akan mendapatkan prioritas untuk dipromosikan oleh partai kepada publik agar nantinya dipilih oleh rakyat sebagai anggota parlemen.

Salah satu tokoh partai politik yang patut disorot kiprahnya hari ini adalah Ahmad Yohan DM dari Partai Amanat Nasional (PAN). Ahmad Yohan merupakan fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dengan memegang jabatan Ketua Bidang Kepemudaan sekaligus Ketua Umum Barisan Muda (BM) PAN. Jabatan yang cukup mentereng dalam peta percaturan politik nasional tentunya. Bila tidak ada halangan, usai masa reses nanti, yakni pada pembukaan masa sidang pertama DPR RI tahun 2018, beliau akan dilantik sebagai anggota DPR RI hasil pergantian antar waktu dari daerah pemilihan NTT I.

Dunia politik tidak sekedar urusan siapa mendapatkan apa dan kapan. Politik juga akan berurusan dengan bagaimana mendapatkan dan mempertahankan apa yang menjadi kepentingannya yakni kekuasaan alias jabatan. Dengan jabatan yang tidak sampai dua tahun ini, rasanya akan kurang maksimal bagi Ahmad Yohan memperjuangkan berbagai kepentingan politik yang diletakkan di atas pundaknya. Sehingga menyambut Pemilu 2019, berbagai langkah politik telah dipersiapkan oleh politisi muda nasional ini.

Salah satu yang menarik dari sekian langkah persiapan Ahmad Yohan adalah dengan merekrut tiga orang mantan Ketua Umum HMI Cabang Kupang sebagai lingkaran inti pemenangannya. Ketiga orang dimaksud adalah Abdul Munir Sara, Abdul Hamid Hobol dan Abdul Syukur Oumo. Menyadari akan pentingnya kerja kolektif dalam proses pemenang dalam Pemilu, tentunya Ahmad Yohan sudah memiliki kalkulasi politik dalam perekrutan tim, termasuk mereka ketiga figur tersebut. Sebagai mantan wakil sekretaris jenderal PB HMI dan aktivis HMI Cabang Yogyakarta, insting politik Ahmad Yohan sepertinya sudah sangat matang dalam menilai prospek keberhasilan kerja dari para anggota timnya.

Melihat ketiga figur yang berhasil direkrutnya menjadi orang-orang dekatnya itu, nampaknya Ahmad Yohan punya pertimbangan khusus terhadap mereka. Bila ditelusuri ketiga ‘pengawalnya’ ini, ada beberapa hal yang menurut penulis memiliki sejumlah titik kesamaan. Kesamaan yang pertama adalah mereka sama-sama memiliki nama depan Abdul yang berarti hamba. Yang jelas hal ini bukan karena sebuah kebetulan. Kata hamba berarti orang yang bekerja melayani kepentingan seseorang. Dengan demikian maka sisi kesetiaan, kejujuran, kepatuhan, keberanian dan pengorbanan merupakan hal-hal yang melekat dalam predikat seorang hamba atau Abdul. Sebuah ungkapan bahwa nama adalah doa dan doa akan senantiasa terucap setiap nama itu dipanggil. Dari aspek nama rasanya Ahmad Yohan cukup beruntung memiliki ketiga sosok Abdul dalam “ring 1”-nya.

Kesamaan berikutnya adalah mereka bertiga sama-sama pernah menjadi Ketua Umum HMI Cabang Kupang. Abdul Munir Sara pernah menjadi memimpin HMI Cabang Kupang pada periode 2004-2005. Sedangkan Abdul Hamid Hobol memimpin HMI Cabang Kupang pada periode 2009-2010. Adapun Abdul Syukur Oumo pernah memimpin HMI Cabang Kupang pada masa bakti 2013-2014. Berbekal pengalaman memimpin yang dimiliki ketiga pengawalnya ini, Ahmad Yohan berharap banyak beban kerja bisa dijalankan oleh mereka. Modal kepemimpinan bukan hal mudah untuk didapatkan. Rasa tanggung jawab, menjaga solidaritas, mengutamakan kepentingan banyak orang dan keberanian mengambil keputusan bukan sembarang bisa diperoleh siapa saja. Melihat track record ini, murah-mudahan perjalanan Ahmad Yohan untuk menuju kursi Anggota DPR RI periode 2019-2024 menjadi lebih mudah. Dengan menyebarnya para kader HMI di seluruh kota-kota di daratan Flores, Lembata dan Alor, maka sentimen ke-HMI-an akan dimanfaatkan secara maksimal oleh ketiga tokoh muda ini.

Kesamaan yang ketiga adalah sama-sama berasal dari Kabupaten Alor. Ahmad Yohan sepertinya sangat serius ingin mendulang suara pemilih dari daerah kepulauan ini. Abdul Munir Sara akan maju sebagai calon anggota DPRD NTT dari daerah pemilihan Flores Timur, Lembata dan Alor. Semakin jelaslah efek positif bagi perolehan suara sang komandan. Abdul Hamid Hobol sebagai putera asli Pantar tentu akan bergerak mendulang suara dari wilayah Pulau Pantar dan sekitarnya. Abdul Syukur Oumo sebagai putera asli negeri Alila di Pulau Alor pastinya akan maksimal mempengaruhi para pemilih di wilayah Pulau Alor untuk menjatuhkan pilihannya kepada Ahmad Yohan.

Dari ketiga faktor kesamaan di atas, penulis yakin rasa optimisme Ahmad Yohan akan terdongkrak untuk lebih bergairah bergerak memastikan bahwa matahari PAN akan cerah bersinar dari wilayah Flores, Lembata dan Alor. Semoga ketiga figur Abdul di atas bisa menjadi unit-unit pendukung yang signifikan dan efektif dalam Kerja-kerja mesin politik Ahmad Yohan di Dapil NTT I. _Everything is possible._

Facebook Comments