HIKMAH TRANSISI KEPEMIMPINAN HMI ALOR

HIKMAH TRANSISI KEPEMIMPINAN HMI ALOR

- in Artikel
838
0

Oleh : Pahlawan Minta
(Formatur/Ketua Umum HMI Alor)

Himpunan Mahasiswa Islam atau seringkali dikenal dengan sebutan HMI adalah Salah satu organisasi mahasiswa yang hadir di Kabupaten Alor sejak tahun 2004 silam. Usia HMI di Alor masih sangatlah muda yang jika disetarakan dengan usia manusia maka berada dalam taraf seorang anak remaja yang masih dalam tahapan mencari jati dirinya. Begitu pulaHMI Cabang Alor yang saat ini sedang berupaya untuk mempertahankan eksistensinya di Kabupaten Alor.

Masa ke masa, periode ke periode, HMI Alor terus menjalankan fungsinya sebagai organisasi kader seperti yang tertuang dalam pasal 8 AD HMI, sehingga upaya-upaya proses kaderisasi terus berjalan untuk mencari kader-kader muslim terbaik yang tergabung dalam beberapa perguruan tinggi di Alor. Alhamdulillah, hingga saat ini HMI Alor mampu menghasilkan anggota dalam jumlah yang cukup banyak dan telah menciptakan kader-kader muslim yang potensial dan calon-calon pemimpin terbaik yang siap memberikan kontribusi terbaiknya untuk pembangunan daerah.

Berdasarkan pasal 6 AD HMI bersifat independen yang artinya tidak beafiliasi oleh kelompok-kelompok atau partai politik manapun sehingga para kader bebas untuk menentukan sikapnya tanpa harus adanya interfensi dari siapapun. Hal ini kemudian menjadi sebuah peluang yang besar kepada para kader HMI untuk bisa mempersiapkan dirinya menjadi seorang pemimpin yang bijak dengan terus mengasah imu pengetahuan, keterampilan dan karakter kepemimpinannya sejak dini.

Berbicara masalah pemimpin maka setiap Negara, bahkan perkumpulan terkecil seperti organisasi pun memiliki seorang yang dapat memimpinnya. HMI, secara struktur kepemimpinannya sesuai dengan pasal 13 AD HMI terdapat beberapa tingkatan, mulai dari Pengurus Besar, Pengurus Badko, Pengurus Cabang, Pengurus Korkom hinggga pada Pengurus Komisariat. Dalam setiap periode kepengurusan layaknya seperti sebuah Negara, Kabupaten bahkan Organisasi HMI pun demikian, entah baik ataupun tidak periode kepemimpinannya pasti akan berakhir masa periodenya sesuai dengan waktu yang ditentukan dari konstitusinya masing-masing. Sehingga dalam mengakhiri periodesasi kepengurusan maka setiap organisasi melakukan proses musyawarah untuk mencari dan menentukan kembali seorang pemimpin yang akan menahkodai organisasinya ke depan.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memiliki struktur kekuasaan sebagai musyawarah pengambilan keputusan baik dari tingkat PB sampai pada Komisariat, sesuai dengan pasal 12 AD HMI yaitu “Kekuasaan dipegang oleh Kongres, Konferensi/Musyawarah cabang dan Rapat Anggota Komisariat”.

Pada bulan Februari 2018 lalu, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam telah kembali melakukan musyarwarah untuk memilih orang yang akan menjadi nomor satu Himpunan Mahasiswa Islam di Indonesia (Ketua Umum PB HMI). Sebut saja Kongres ke XXX yang baru saja diselenggarakan di Ambon Manise dengan terpilihnya Kanda Sadam Al Jihad sebagai Ketua Umum PB HMI dan telah mengakhiri masa transisinya dengan dilantik pada tanggal 29 Maret 2018 lalu.

HMI Cabang Alor juga demikian yang baru saja melakukan pesta demokrasinya (Konferensi Cabang) III sebagai tanda berakhirnya periodesasi kepengrusan pada tahun 2016-2017 untuk memilih pemimpin yang akan menahkodai HMI Cabang Alor selanjutnya pada tanggal 24-25 Maret 2018 lalu di Aula Hotel Adi Dharma. Alhamdulillah proses itu pun berjalan dengan lancar dan baik dengan jalan demokrasi seperti yang diajarkan syariat Islam dalam Al-Qur’an Surat Asy-Syura ayat 38 : “Dan urusan mereka, diputuskan dengan musyawarah antar mereka”.

Inilah semangat demokrasi HMI Cabang Alor yang perlu ditingkatkan dan prestasi ini patut disyukuri dan dijaga agar tidak mengancam stabilitas organisasi dan psikologi kader sehingga terciptanya suasana yang kondusif di internal HMI Cabang Alor. Setelah seluruh tahapan proses pemilihan itu selesai dan hasilnya telah kita dapatkan, suka atau tidak suka inilah hasil dari musyawarah yang sudah merupakan kesepakatan bersama dalam forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat Cabang (Konferensi Cabang). Sehingga sebagai Ketua Umum/Formateur terpilih saya mengharapkan kepada semua teman-teman agar segala bentuk rivalitas yang dibangun, perbedaan pendapat yang merupakan sebuah kewajaran harus diakhiri dan semuanya kembali seperti semula sehingga proses transisi ini berjalan dengan baik dan aman. Inilah bentuk kedewasaan kader-kader HMI untuk menerima segala keputusan organisasi serta berusaha menjadi bijak dalam segala pertentangan pendapat atau perbedaan pilihan politik. Semua demi kebaikan organisasi yang dicintai.

Motivasi dan sifat partisipatif dari teman-teman semua adalah menjadi hal terpenting untuk saat ini, suasana yang kondusif dan positif tetaplah dijaga dan dirawat agar kesatuan, persatuan dan semangat juang senantiasa terpatri dalam hati kita sesuai dengan apa yang menjadi pesan-pesan para senior.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas hijau hitam Cabang Alor atas kepercayaan yang telah diberikan. Marilah sama-sama kita bergandengan tangan, satukan tekad dalam mengawal jalannya roda organisasi ini agar terlaksananya program-program internal maupun eksternal, demi terwujudnya apa yang menjadi tujuan kita bersama seperti yang tertuang dalam pasal 4 AD HMI “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil, makmur yang di Ridhoi Allah SWT.

Facebook Comments