Kenalilah Dunia dengan Cara Membaca Buku

Kenalilah Dunia dengan Cara Membaca Buku

- in Artikel
91
0
Kader HMI Cabang Gowa Raya

Mungkin di hari buku se-Dunia. Saya menulis refleksi kepada diri pribadi saya, betapa pentingnya baca buku. Banyak yang menganggap untuk apa baca buku, karena baca buku buang-buang waktu saja. Ketahuilah setiap isi kata dan kalimat dalam buku memiliki makna mendalam dari si penulis.

Dari mana anda bisa menganal diri anda dan orang lain, jika anda tidak membaca. Itulah sebab perintah pertama turun di Kitab Al-Qur’an adalah Al-Iqra yang artinya Membaca. Kemudian perintah Kedua turuh Al-Qalam yang artinya Menulis. Sungguh betapa lebih tahunya Tuhan tentang hal itu. Maka kita manusia sadarlah 2 perintah tersebut.

Mungkin sejauh ini literasi di Indonesia berada kedua dari posisi terbawah. Tetapi posisi itu bisa di ubah, jika teman-teman sadar akan manfaat membaca dan menulis. Cobalah kenali diri anda dengan masuk pada ruang-ruang bacaan dalam buku, agar diri anda dapat untuk di kenali. Mungkin banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mengenali diri anda, tanpa harus membaca buku. Tetapi saya menyarankan cobalah untuk baca buku, karena imajinasi anda akan liar dan bermain membawa arah bacaan anda. Dari bacaan anda ini akan dapat menemukan jati diri anda.

Saya tak bisa memaksakan kehendak¬† anda agar mau membaca buku. Setidaknya di momentum tepat hari Buku se-Dunia,¬† bisa menyadarkan bahwa dengan kita membaca dan menulis buku, kita mampu mengenal dunia, seperti kata bijak “Buku adalah Jendela Dunia”. Apakah baca buku sesuatu yang di butuhkan?, menurut saya yah di butuhkan. Alasanya jika anda tak mau di bodohi orang lain, maka anda harus tahu, bagaimana kita tahu?, Yah harus membaca dong.

Di Era serba canggih sekarang, semua mata tertuju pada handpone pintar, yang kita kenal bahasa inggrisnya ‘Smartphone’. Hampir separuh aktivitas kita berada di alat tersebut. Sebetulnya tingkat minat baca orang indonesia tinggi, hanya saja arah bacaannya pada pesan status di sosial media masing-masing. Bukan arah bacaan yang sifatnya produktif, seperti buku digital, berita, dan lain-lain. Buat generasi milenial di Indonesia, jika anda pengen Indonesia maju seperti negara-negara Barat, maka asupan hari-harinya jagan hanya makan dan minum saja. Perlu juga asupan untuk otak kita denga cara konsumsi buku-buku yang dapat membuat anda bisa bersaing dengan ginerasi milenial negara barat.

Tinggalkan segala aktivitas yang dapat membunuh karakter anda. Sebab ketidaktahuaan anda yang membuat demikian. Kembali untuk mengingatkan dan menyadarkan agar segeralah bangun dari tidur nyenyak anda, akibat objek komoditas asing. Hei para mahasiswa indonesia anda sebagai kaum yang berintelektual. Anda jagan ikut-ikut dengan pemuda-pemudi yang kegiatannya senang-senang. Bukan saya melarang senang-senang. Ingat anda ini mahasiswa, orang yang terpelajar, nasib masyarakat kaum bawah dan lemah di tentukan dari aktivitas anda seharinya.

Maaf pembahasan melebar dari topik. Cuma ini perlu di sampaikan. Bahwa yang harusnya tingkat minat baca buku tinggi, ada pada para mahasiswa. Tapi yang saya lihat mahasiswa Indonesia krisis literasi, di sebabkan asupan hari-harinya bukan buku, malah di kampus yang di pamerkan penampilannya sja, mulai dari pakaian sampai kendaraan. Sadar anda tak bisa mengenal dunia dengan cara itu. Yang di perlukan adalah baca buku… baca buku… dan baca buku!!!!!

Semoga siap untaian tulisan saya ini, bisa menyadarkan anda generasi muda di Indonesia, khususnya mahasiswa. Karena anda yang melanjutkan tongkat estafet pemerintah Indonesia kedepannya.

Penulis adalah Fahrizal ubbe

Facebook Comments