Segitiga Emas Hilang Kompas Ternate-Tidore-Halmahera Barat

Segitiga Emas Hilang Kompas Ternate-Tidore-Halmahera Barat

- in Artikel
223
0
Wasekjend PB HMMI
Oleh:
Dzulkifli Kalla Halang

Perekonomian Indonesia saat ini mengalami kejutan yang  luar biasa perang dagang Amerika  & RRC Cina yang tiada akhirnya berimbas terhadap Perekonomian Indonesia yang masih dalam pusaran 5,0%-5,5%  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dengan nilai tukar Rp 14.183 /per dolar as  (sumber : market bisnis.com).

Tentunya  proyeksi ini dilihat pula bagaimana indikator  pendukung pencapaian  kestabilan  ekonomi  daerah  saat ini, Provinsi Maluku Utara yang dengan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2019 terhadap Triwulan sebelumnya (q-to-q) turun sebesar  0,73%, hal ini disebabkan   oleh adanya kontraksi pada beberapa  kategori di antaranya administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan  sosial wajib, (minus 6,90%), kontruksi (minus 3,45%), jasa  pendidikan (minus 3,16%) dan pertambangan  serta penggalian  (minus 1,22%).  Sementara pada Produk Domestik Regional Bruto  (PDRB)  Maluku Utara sektor  pertanian, kehutanan dan  perikanan  di Triwulan  I  2019 mengalami  peningkatan  yang  cukup di banding Triwulan   IV 2018 21,84%,  peningkatan  pada  Triwulan  I 2019 sebesar 2,152,5/22,48%  (Sumber :BPS pertumbuhan ekonomi Maluku Utara Triwulan I 2019).

Melihat signifikansi ini tentunya adanya perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku Utara  pada 2019,  Nilai Tukar Petani Provinsi Maluku  Utara tumbuh   sebesar  96,81% naik 1,20% hal ini bisa dilihat dengan adanya masa panen perkebunan rakyat di beberapa daerah khususnya wilayah tidore, daratan oba dan halmehera barat salah satunya cengkeh,  namun tidak berbanding lurus saat ini bahwa terjadinya Inflasi Pedesaan sebesar  0,74% di sebabkan naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (konsumen) pada hampir semua kelompok kecuali tranportasi dan komunikasi. Ini juga di asumsikan bahwa terjadi karena proses produksi yang tinggi namun konsumsi dan distribusi yang lemah pada sektor  pertanian. Hal ini sebenarnya perlu diselesaikan oleh  Pemerintah Provinsi dengan  beberapa Zonasi Wilayah  pendapatan pertanian terbaik khususnya dengan adanya kerjsama segitiga emas yang sudah di sepakati secara formal di tahun 2016 lalu dengan misi peningkatan kerjasama antara wilayah ternate-tidore dan halmahera barat dalam sektor pertanian,pariwisata dan perikanan.

Sehingga wacana segitiga emas bukanlah sekedar wacana elitis saja. Namun bisa melahirkan peningkatan bagi daerah dalam semua sub sektor demi kesejahteraan  masyarakat. Dikarenakan dalam beberapa bulan kedepan Tidore akan menghadapi moment besar Festival Tidore dan Halmahera Barat sementara mempersipakan diri dalam moment besar Festival Jailolo tersebut.

Hal ini diharapkan agar Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah serta Anggota Legislatif tingkat Kab/Kota hingga Provinsi juga tidak sekedar mewacanakan ini  dan mengawal dengan serius sebab ini terkait peningkatan  kesejatraan masyarakat agar semuanya lebih sehat bugar  serta konsistensi terhadap semua  kebijakan yang ada agar terwujudnya misi pemerintah daerah dan  pemerintah provinsi pada masa mendatang.

Facebook Comments