Peringatan 1 tahun wafatnya Prof. DR. Suhardiman, SE Pendiri Soksi

Peringatan 1 tahun wafatnya Prof. DR. Suhardiman, SE Pendiri Soksi

- in Peristiwa
41428
0

Visioner.id, Bogor– Peringatan 1 tahun wafatnya Prof. DR. Suhardiman, SE Pendiri Soksi, di Evergreen Village dan Hotel Cisarua, Jawa Barat, Selasa (13/12/16).

Acara tersebut dihadiri Perwakilan Keluarga Bobby Suhardiman beserta putra dan putri almarhum. Sedangkan Perwakilan SOKSI dihadiri oleh Dr. H. Ade Komarudin, MH, Ketua Umum.

Dan Prof Tomas Suyatno hadir beserta jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Nasional SOKSI. 29 Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah tingkat Propinsi SOKSI (Depidar SOKSI).

Sejak 1948 bapak Suhardiman sudah bertempur menyerahkan jiwa raganya bagi tanah air.

Kader Soksi dengan semboyan maju terus pantang mundur, terpatri dalam diri kita dan itu yang membuat Soksi hingga hari ini masih bertahan dan berjuang untuk bangsa dan negara.

Ketua Umum Soksi Ade Komarudin dalam kesempatan tersebut mengatakan,  kita mengenang pak Suhardiman sebagai sosok yang mewariskan sesuatu yang besar, bukan hanya Soksi, tetapi juga hal-hal lain yang telah beliau lakukan untuk negeri ini. Karena Soksi lahir tahun 60, 4 tahun sebelum Golkar lahir.

“Kita bersama Kosgoro dan MKGR mendirikan Golkar hingga kini menjadi Partai Golkar,” Ungkap Kang Ade (sapaan akrabnya).

Lanjut Kang Ade, Kebetulan saya editor buku biografi beliau. Beliau mengangkat senjata sejak masuk Militer Akademi. Beliau adalah tokoh yang menurut saya yang paripurna, selain juga guru karena beliau lulusan SPG (Sekolah Pendidikan Guru).

“Sebagai pendidik, beliau wariskan itu ke dalam Soksi, bukan hanya mendidik kader Soksi secara khusus namun juga untuk bangsa ini,” tegas kang Ade.

“Perlunya Olah Rasa, Olah Jiwa dan Olah Akal. Itu yang beliau ajarkan kepada saya dan kader-kader Soksi lainnya agar menjadi manusia yang punya integritas dan konsistensi dalam berpolitik,” katanya.

Kang Ade menambahkan, bagaimana kapitalisme dominan dan pengaruhi dunia politik saat ini, ini sudah beliau sampaikan jauh-jauh hari kepada saya yang akhirnya terjadi saat ini.

“Soksi dan HMI pada saat itu, ingin dibubarkan oleh komunisme di Indonesia, karena jelas Soksi dan HMI yang melawan paham komunisme agar tidak bangkit di Indonesia,” tuturnya.

Sentral Organisasi Karyawan Swadiri adalah organ yang terdepan yang terdepan melawan komunisme.

Bukan hanya politik, beliau juga tokoh Ekonomi karena beliau adalah tokoh BUMN.

“Keluarga besar Soksi dari Depidar dan Depinas serta organisasi di bawah naungan Soksi, berniat dan berkeinginan untuk mengajukan Prof. DR. Suhardiman, SE sebagai Pahlawan Nasional, kita akan memperjuangkannya,” katanya.

Gusdur, Soeharto, Lafran Pane hingga hari ini juga belum mendapatkan gelar pahlawan nasional, maka dari itu kita harus perjuangkan dan ingatkan terus ke Pemerintah.

Terakhir saya minta keikhlasan seluruh hadirin yang hadir hari ini untuk mendoakan beliau agar iman dan Islamnya diterima Allah SWT.

Acara ini dihadiri oleh ratusan anak yatim piatu, santri serta ulama setempat yang menutup acara dengan pembacaan surat Yaasin dan doa. (Vis/GO)

Facebook Comments