Kabid PPD HMI Cabang Malang Angkat Bicara Soal Ojek online GRAB “Target Tarif Trip”

Kabid PPD HMI Cabang Malang Angkat Bicara Soal Ojek online GRAB “Target Tarif Trip”

- in Peristiwa
247
0

Visioner.id, Malang – Malang Raya tahun ke tahunnya semakin memiliki potensi kependudukan yang padat, dengan adanya peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) yang masuk dari berbagai wilayah luar jawa dengan kepentingan yang berbeda, salah satu aspek pendidikan, bisnis, dan wisata.

Malang Raya sudah termasuk wilayah yang strategis dalam pemberdayaan tiga aspek tersebut. Tidak menutup kemungkinan Bahwa Ini merupakan peluang besar bagi warga Kota Malang untuk meningkatkan produktifitas tenaga kerja sebagai peningktatan ekonomi masyarakat.

Begiulah yang dikemukakan oleh Ketua HMI Cabang Malang Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) Angga yang diwawancarai langsung saat hadir di Balai Kota Malang ditengah kerumungan sejumlah massa yang terhimpun dalam Ojek Online Grab“. Pada hari Selasa, (15/01/2019).

Angga yang sebagai Ketua HMI Cabang Malang Bidang PPD ini menegaskan “Kota Malang mempunyai Julukan sebagai Kota Pendidikan. Sebagaimana banyaknya perguruan tinggi yang letak geografisnya 80% Area Kota Malang, maka bisa dilihat secara kasat mata peningkatan pendatang luar jawa kebanyakan mahasiswa. Para mahasiswa/mahasiswi ini sebagian tidak memiliki kendaraan pribadi, hanya bisa memakai kendaraan Angkutan Kota dan ojek Online (Gojek, Grab) yang semakin marak“.

Lapangan pekerjaan yang semakin menurun dan kondisi ekonomi tertekan membuat masyarakat Kota Malang memilih pekerjaan yang taktis dan sederhana dalam memanfaatkan kendaraan pribadi untuk mata pencaharian sehari-hari, namun akhir-akhir ini ada beberapa problem yang belum mampu dipikirkan oleh Stakeholders (Pemangku Kepentingan) seperti Pemerintah Kota Malang beserta pemangku kepentingan Ojek Online dalam menghitung pendapatan tidak sesuai pengeluaran awal Driver menjemput penumpang. Ungkap Angga.

Kronologis ini berdasarkan keluhan para driver yang turun ikut demontstrasi depan kantor DPRD kota Malang. Keluhan tersebut disampaikan bahwa tarif Trip begitu murah sangat tidak sesuai seperti yang disampaikan diatas. Sebagaimana lokasi penjemputan sampai tujuan hampir 7 kilo meter hanya dikenakan tarif Rp. 4.000 ini sangat rendah kalau dihitung angkots biaya per/Rute.

Di tengah yakni Angga Ketua HMI Cabang Malang Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah

Angga melanjutkan, “kami sebagai organisasi kemahasiswaan ikut berpartisipatif menyampaikan kondisi pekerja Masyarakat Kota Malang. Maka Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Malang mengusung pemerintah Kota Malang untuk melakukan konferensi pers dengan Stakeholders driver ojek online guna mengatur tarif Trip ojek online dinaikkan demi kemakmuran masyarakat Kota Malang sebagai penunjang perekonomiannya“. Tambahnya. (Adt).

Facebook Comments