Memperingati 1 Juni, Dilla Himbau Masyarakat untuk Lebih Sadar Aktif Memperbaiki Bangsa

Memperingati 1 Juni, Dilla Himbau Masyarakat untuk Lebih Sadar Aktif Memperbaiki Bangsa

- in Peristiwa
148
0

MALANG, JATIM – Momentum peringatan Hari Kelahiran Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi salah satu saat yang tepat bagi generasi pemuda, untuk merefleksikan tentang pemaknaan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai itulah yang kemudian dimaknai sebagai sumber kekuatan dan energi untuk membangun kembali jati diri bangsa ini dengan melakukan perubahan yang lebih baik.

Sebagai dasar negara Republik Indonesia, Pancasila mengandung makna yang sangat penting bagi perjalanan kemerdekaan negeri ini. Mengandung 5 sila dasar negara di antaranya, Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.  Kelima sila dasar negara tersebut, menjadi pedoman seluruh rakyat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dilla sebagai calon Senat Fakultas FEB UMM menyayangkan, seiring dengan arus modernisasi yang terus melekat dalam kehidupan masyarakat, semangat dan nilai-nilai Pancasila rasanya sudah mulai hilang dari peredaran, khususnya bagi generasi pemuda saat ini. Belum lagi, pengaruh kekuatan global yang kian merasuk, sehingga generasi penerus bangsa harus mampu membentengi diri agar tidak mudah terpengaruh.

Untuk merubah sesuatu dalam skala besar agaknya dimulai dari hal sederhana terlebih dahulu, seperti yang disinggung pada paragraf sebelumnya Dilla sampaikan bahwa “masyarakat agar lebih serius dan peduli menyikapi wacana revolusi mental” gagasan¬†revolusi mental pertama kali dilontarkan oleh Presiden Soekarno pada Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1956. Soekarno melihat revolusi nasional Indonesia saat itu sedang mandek, padahal tujuan revolusi untuk meraih kemerdekaan Indonesia yang seutuhnya belum tercapai.

Membangun jiwa yang merdeka, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku agar berorientasi pada kemajuan dan hal-hal yang modern, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia“. ujar Dilla saat di temui usai mengisi kajian keperempuanan di BPM malam tadi (Jumat 31 Mei 2019)

Seperti yang pernah di suarakan Wiji Thukul “Ini Tanah Airmu, disini kita bukan turus” berangkat dari kalimat tersebut, harapannya pemuda Indonesia untuk lebih sadar mengisi kemerdekaan kepada hal-hal positif sebab Waktu tidak akan pernah menunggu kita untuk berubah. Sehingga, kita lah yang harus merubahnya, tutup Dilla. (Tm).

Facebook Comments