BNPB Ingatkan Tsunami Besar Masa Lalu Dapat Terulang

BNPB Ingatkan Tsunami Besar Masa Lalu Dapat Terulang

- in Peristiwa
36
0

VISIONER ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir pantai, selalu waspada potensi terjadinya bencana gempa dan tsunami.

Kepala BNPB Letjen Doni Monardo mengatakan, masyarakat harus menyadari bahwa Indonesia merupakan kawasan yang sangat rentan terjadi bencana, termasuk gempa dan tsunami.

“Presiden dua minggu yang lalu mengatakan, sampaikan apa adanya,” kata Doni seusai penanaman mangrove di Pantai Laguna Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dalam rangkaian Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami 2019, Selasa (40/7/2019).

Menurut Doni, saat ini sebagian masyarakat mungkin belum siap menghadapi potensi gempa dan tsunami. Namun sebagian lainnya dinilai telah memahami potensi gempa dan tsunami.

“Sebagian sudah memahami potensi bencana dengan menyampaikan data peristiwa masa lalu. Jadi kalau dikasih tahu tanpa diimbangi data dulu, mungkin (masyarakat) kurang yakin,” ujar Doni.

Doni menyampaikan rentetan bencana gempa dan tsunami yang terjadi di masa lalu. Antara lain tsunami yang terjadi 19 Agustus 1977 di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali dan Jawa Timur.

“1992 tsunami di Flores, korbannya sangat banyak. Kemudian 1994 kejadian di Banyuwangi. Kalau dilihat lagi, mendekati kemarin di Aceh tahun 2004, kemudian Nias, Mentawai, Enggano, Selat Sunda dan terakhir Pelabuhan Ratu,” kata Doni.

Ribuan tahun Ribuan tahun yang lalu, lanjut Doni, juga pernah terjadi tsunami besar seperti di Aceh. Bahkan bencana tersebut tidak hanya terjadi sekali saja. “Suatu saat akan terulang, karena alam mencari keseimbangan. Terjadilah gesekan, pergerakan lempeng, maka timbul pelepasan energi gempa lebih dari 8 skala richter,” jelas Doni

 

Cara antisipasi :

Terkait potensi tsunami besar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk waspada. Imbauan itu disampaikan melalui video yang disebat akun Twitter BPBD DIY, @pusdalops_diy. Dalam video tersebut, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana mennyebutkan, bahwa potensi bencana bisa terjadi kapan saja.

Menurutnya, istilah “potensi” itu berarti bisa terjadi kapan saja. Tidak ada yang bisa memprediksi. “Tetapi, ini adalah potensi bukan prediksi ya sekali lagi, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu,” kata Biwara sebagaimana dikutip Kompas Sains.

Biwara menyebutkan beberapa antisipasi untuk menghadapi tsunami besar. Ada dua upaya, yakni mitigasi strukutural dan non-struktural.

Upaya struktural adalah membangun rumah tahan gempa, penataan ruang, dan memberikan edukasi soal ancaman dan potensi gempa maupun tsunami. Lalu upaya non-struktural adalah masyarakat diharapkan bisa memahami kondisi dan situasi saat gempa dan tsunami besar melanda.

Facebook Comments