KEMENSOS DAN GMJ SERUKAN PEMUTUSAN KEMISKINAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI

KEMENSOS DAN GMJ SERUKAN PEMUTUSAN KEMISKINAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI

- in Peristiwa
100
0

JAKARTA – Langkah untuk menentukan Indonesia lebih peka dengan kondisi Revolusi industri 4.0 maka dilakukan sosialisasi (bentuk diskusi publik) oleh kementerian sosial (Lewat Pusat Penyeluhan Sosial) yang bekerjasama dengan Gerakan Mahasiswa Jakarta (GMJ), kegiatan Penyeluhan itu berlangsung di hotel Rifoli Kramat Raya Jakarta Pusat, (06/08).

Diskusi publik yang mengambil Tema ” Pemutusan Mata Rantai Kemiskinan di Era Revolusi industri 4.0 itu menghadirkan pemantik diantaranya, Pak Kanita, (Perwakilan Kemensos), Pak Basri Baco (Politisi Golkar), Ismail ibradi (Aktivis HMI) dan dimoderatori oleh Faizal Ikbal.

Mengawali acara, pak Kanita (mewakili Kemensos) memberikan Sambutan dengan menyampaikan, Kemajuan Zaman saat tidak bisa di halangi sifatnya keniscayaan, untuk itu tidak bisa alergi dengan zaman ini, Milenial harus berkreasi dengan memanfaatkan medium teknologi sebagia lahan meraup keuntungan dan lain sebagainya.

”yang namanya zaman itu akan selalu berubah dan sampai ke sini kita dihadapkan dengan revolusi industri 4.0 sebuah kemajuan yang sangat cepat dan kita bisa melakukan apa saja baik itu bisnis, berpolitik dan lain sebagainya” bebernya.

Lanjut dia, untuk memutuskan mata rantai kemiskinan di Indonesia maka perangkat negara selalu berupaya untuk mengusung format yang komplit dalam rangka pemutusan itu, di kementerian sosial ada namanya Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai langkah niat baik Pemerintah untuk memutuskan mata rantai dan masih banyak bantu lainya.

Senada dengan itu, ketua panitia diskusi publik Yasmin membeberkan, tidak Singnifikan Indonesia yang besar dan memiliki sumber daya alam yang berlimpah tapi untuk mewujudkan teks Pancasila dalam poin lima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, hampir nyaris tidak kunjung tiba, dengan demikian kemiskinan struktural yang di alamatkan pemerintah akan tidak berakhir bila kita memandang Kemajuan teknologi dengan sikap Distopyan (apatis dengan kemajuan zaman). Maka satu-satunya cara untuk mendiri harus memanfaatkan peluang bisnis lewat Online, apalagi pemerintah juga memiliki regulasi yang membantu untuk generasi milenial yang berinovasi serta memiliki daya kreatif.

” Zaman ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin bila generasi Milenial acuh tak acuh dengan keberadaan perubahan sosial saat ini maka kita akan tergilas oleh zaman dan juga berkontribusi memperpanjang barisan kemiskinan di bangsa Indonesia” tutupnya.

Facebook Comments