Kronologi Kekerasan Terhadap Kader HMI Pasca Aksi Penolakan RUU Omninus Law

Kronologi Kekerasan Terhadap Kader HMI Pasca Aksi Penolakan RUU Omninus Law

- in Peristiwa
1170
0

Visionee.id, Malang – Aksi penolakan RUU Omnibuslaw Cipta Lapangan Kerja yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Malang pada Jum’at sore tadi, (13/03/2020) di mulai pada Pukul 14.30 WIB bertempat di depan sekretariat HMI Cabang Malang dilanjutkan Long March sampai Balai Kota depan Gedung DPRD Kota Malang Pukul 15.00 WIB.

Ratusan massa aksi yang begitu banyak mengharuskan jalanan di tutup untuk sementara waktu. Disertai hujan, masa aksi tidak kendor semangat dalam menyampaikan aspirasi tentang penolakan RUU cipta lapangan kerja.

Disampaikan ketua umum HMI Cabang Malang Sutriyado bahwa aksi kali ini merupakan bentuk keberpihakan HMI kepada masyarakat dan teguran akan inkonsistensi pemerintah yang lebih berpihak pada segelintir kelompok elit ekonomi politik dibandingkan pada masyarakat kecil.

Sekitar pukul 15.30 sampai 17.30 WIB massa aksi menuntut anggota DPRd Kota Malang untuk mendengarkan aspirasi massa aksi. Akan tetapi tidak diindahkan dengan hanya meminta perwakilan saja.

Sampai pukul 17.30 WIB tidak menemui titik temu massa aksi kembali long march ke depan sekretariat cabang.

Saat proses bubarnya massa aksi sekitar pukul 18.00 WIB mayoritas ognum Polisi memberikan tindakan represi pada massa aksi untuk mempercepat pembubaran sehingga terjadi bentrok dan beberapa kader terluka setelah peristiwa tersebut.

Sekitar Pukul 18.30 WIB dua massa aksi bernama Reza Dwi di pukuli dan satu diantaranya bernama Ibrahim (Jamal) sampai memar di wajah, lalu keduanya dibawa ke Polres Malang Kota.

Pukul 20.30 WIB, diwakili 4 orang massa aksi yaitu Penanggung Jawab Aksi Sutriyadi, Fabi sebagai Negosiator, Rizan, dan Riyadh selaku Koordinator lapangan menjemput dua masa aksi yang di tahan di Polres Malang Kota.

Sampai akhirnya Pukul 21.30 WIB dua massa aksi yang di tahan kembali di sekretariat HMI Cabang Malang. Keterangan Jamal selaku Korban represi Polisi

Saya di seret oleh 4 polisi, ditendangi, dan Wajah saya dipukuli dengan sangat keras sekitar 4 Kali hingga memar seperti ini.” Ungkapnya sambil tersenga-senga merasakan sakit di area wajahnya.

Sedangkan untuk Reza Dwi, “saya mencoba menolong Jamal yang ditarik para polisi dan malah saya juga ditarik lalu dipukuli meskipun tidak separah Jamal.” Tutupnya. (Adt).

Facebook Comments