PEMIRA Tidak Netral, ini Sikap Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Karya Insan Cita

PEMIRA Tidak Netral, ini Sikap Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Karya Insan Cita

- in PolHum
1518
0

MALANG, Jatim – Pemira Universitas Muhammadiyah Malang tidak netral,
Pemilu raya merupakan ajang pelaksanaan demokrasi sebagai media pembelajaran dalam bentuk miniatur demokrasi pelaksaan pemilu raya Universitas merupakan langkah pergantian kepemimpinan mahasiswa di kampus Universitas Muhamadiyah Malang.

Begitulah yang diterangkan oleh Abdrahman Souwakil jurusan Hubungan Internasional pada hari Selasa, (28/05/2019) saat dihubungi melalui via Wa.”

Menurut Abdrahman Souwakil yang akrap disapa “namun dalam pelaksanaannya terjadi berbagai kecurangan melalui keterlibatan dari dosen-dosen pendamping yang ditugaskan untuk membantu menyelesaikan persoalan pemilu raya dengan adil dan sesuai dengan ketentuan, kecurangan tersebut diantaranya. Yang pertama Melalui video yang didapatkan 2 (dua) dosen dengan inisial “N dan H” yang salah satunya merupakan pendamping pemilu raya tergabung bersama dengan anggota KPRF (Komisi Pemilu Raya Fakultas) dan calon-calon kandidat dalam sebuah grup whatsap dan berdasarkan percakapan dalam group tersebut sedang merencanakan pemenangan salah satu calon kandidat dari partai pasti”. Jelasnya.

Lanjutnya, kedua intervensi dosen pada komisi penyelenggara pemilu raya fakultas pada pada fakultas lain, berdasarkan bukti rekaman suara terdengar adanya pemaksaan terhadap dari dosen pendamping pemilu raya untuk menerima banding dan mengancam akan membekukan lembaga tersebut. Berdasarkan bukti yang didapatkan maka saya Abdrahman Souwakil selaku Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Karya Insan Cita atau Partai Kita menuntut dengan tegas :

1. Penghentian segala bentuk pelaksanaan pemilu raya baik dari tingkatan Universitas maupun tingkatan fakultas.
2. Menuntut dosen dosen yang berada dalam bukti diatas untuk dikeluarkan dari kampus Universitas Muhammadiyah Malang dikarenakan tidak memiliki integritas.

Semoga ini menjadi bahwa evaluasi kita semua dan kita semua sadar bahwa kita mengharapkan ddmokrasi yang sejatinya. Harapnya Souwakil. (Adt).

Facebook Comments