Ayna: Perempuan Tidak Hanya Menjadi Makmum

Ayna: Perempuan Tidak Hanya Menjadi Makmum

- in PolHum
462
0

MALANG, JATIM – Sampai saat ini di Indonesia tidak ada undang-undang yang mengatur bila perempuan tidak diperkenankan memegang kekuasaan dalam pemerintahan. Banyak sekali contoh kaum perempuan yang telah berhasil memimpin sebuah wilayah, baik menjadi Kepala Desa, Camat, Bupati, Walikota, bahkan Presiden. Menurut catatan sejarah, kepemimpinan di negara-negara lain pun banyak memberikan bukti keberhasilan seorang perempuan.

Oleh karena itu, sudah saatnya pemikiran kita sportif untuk membuka ruang berkompetisi yang sama. Secara fisik, memang laki-laki lebih kuat, namun kepemimpinan dalam konteks negara, pemerintahan maupun kampus, bukanlah persoalan fisik semata, melainkan sebuah sistem yang di mana membutuhkan pemikiran yang cerdas dan sanggup menyelesaikan segala permasalahan masyarakat. Tutur Ayna yang sebagai calon Ketua Umum Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) D3 keuangan dan perbankan yang diusung oleh Partai Mahasiswa Millenial nomer urut 01 dalam pemira UMM 2019. Pada hari Jumat, (31/05/2019) di Media Center Badan Pemenangan Millenial.

Lanjutnya, era millenial sudah bukan zamannya perempuan berbicara tentang feminisme dan perspekftif gender karna hal itu sudah jauh dibelakang dan sudah saatnya perempuan berbicara tentang perjuangan, perjuangan yang relevan dengan kebutuhan hari ini atau kontemporer, karna ruang perempuan tak lagi terbatasi. Tambahnya.

“Salah satu perjuangan yang paling ideal hari ini ialah perjuangan dalam mendidik diri, bangsa dan negara. Menjadi pemimpin merupakan salah satu aktualisasi diri dalam menopang kemajuan bangsa, melalui pribadi yang terdidik negara akan maju. Menuju generasi emas, moral dan kualitas menjadi hal fundamental yang harus kita tingkatkan bersama. Dan memulainya di lingkup kampus merupakan kekuatan mahasiswa”. Tegasnya.

Saya mengharapkan agar kita semua mampu menciptkan suatu kreativitas dan inovasi demi terciptanya suatu tata nilai yang mampu dijadikan batu loncatan bagi mahasiswa sehingga mampu mengedukasi diruang kampus maupun di ruang masyarkat. “Dalam momentum ini, mari kita letakkan ego kita, emosional kita, untuk secara sama-sama melakukan agenda-agenda yang berdasarkan kepentingan mahasiswa maupun masyarakat, bangsa, dan negara.” Asa Ayna.

HMPS tidak akan ada apa-apanya jikalau tidak memiliki kontribusi kedepan untuk mahasiswanya apalagi masyarakatnya. Imbuhnya. (Adt).

Facebook Comments