Jenggala Sambangi KPK Ungkap Kasus Puan Maharani, Aksi Bentol Hingga dipukuli di PDI-P

Jenggala Sambangi KPK Ungkap Kasus Puan Maharani, Aksi Bentol Hingga dipukuli di PDI-P

- in PolHum
113
0

JAKARTA – Jaringan Aktivis Jenggala aksi unjukrasa di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kuningan, Jakarta selatan dan didepan kantor Dpp PDI-P, Menteng, Jakarta pusat, Kamis (25/07/2019).

Dalam tuntutannya, pihak aksi mendesak KPK untuk segera memanggil dan memeriksa saudari Puan Maharani, sebab, diduga kuat ikut terlibat dalam skandal Korupsi Mega Proyek E-KTP.

“Mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera memanggil dan memeriksa saudari Puan Maharani karena diduga Kuat Korupsi dana website atau situs Revolusi Mental yang merugikan Negara hingga milyaran rupiah,” ujar Faisal Usemahu selaku Koordinatoor aksi massa saat di depan KPK, Kuningan, Jaksel, Jumat (25/07/19).

Lalu, mendesak pimpinan atau ketua umum Partai PDI-Perjuangan untuk memecat Puan Maharani karena diduga kuat terlibat dalam skandal Korupsi Mega Proyek E-KTP dan diduga Korupsi Dana Website atau situs Revolusi Mental yang merugikan Negara Sebesar 140M.”Mendesak Semua Partai Politik agar Menolak Puan Maharani Sebagai Ketua DPR-RI karena tidak layak menjadi Ketua DPR RI,” Tegasnya.

Namun naas, Faisal Usemahu, mengatakan saat aksi terjadi di depan PDI-P terjadi chaos karena sempat mengalami bentrok hingga para aksi mengalami pukulan.”Padahal ijin aksi unjukrasa kami sudah dilaporkan,” ujarnya saat ditemui di polsek Menteng, Jakpus

Tambahan Ismail Marasabessy selaku ketua umum JALA dari pihak PDIP dengan sengaja melakukan tindakan kekerasan dengan cara melempar pasir ke mata para peserta Aksi dan memukul mundur dengan paksa sampai terdapat 1orang korban dari para peserta demonstrasi yang di larikan ke rumah sakit RSCM.

Ismail dan pihaknya pun akan memastikan untuk melanjutkan laporan ke Kapolres Jakarta Pusat. Selain itu juga dirinya menganggap adanya dugaan oknum tertentu yang mencoba menghalangi tujuan laporan mereka.

“Oleh karena tidak ada proses penyelesaian atas kasus pemukulan ade-ade saya, pihak Polsek mengarahkan untuk membuka laporan ke polres jakarta pusat. Kami harap proses ini akan tuntas di meja hukum, ini kriminalisasi dan upaya membungkam aspirasi mahasiswa dan masyarakat terhadap PDI-P” Tutupnya

Facebook Comments