Tidore Butuh Pemimpin yang punya Visi Pembangunan Manusia

Tidore Butuh Pemimpin yang punya Visi Pembangunan Manusia

- in PolHum
313
0

Visioner.id – Tahun  2020 merupakan tahun yang sangat ditunggu oleh beberapa kabupaten/kota di Maluku Utara, Pasalnya dalam tahun 2020 ada kurang lebih ada beberapa Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan pilkada serentak di tahun ini.

Situasi politik tingkat lokal mulai memanas dengan ‘perang urat saraf’ bakal calon di media cetak, elektronik maupun media sosial oleh para pendukung setianya. Namun sayangnya perang urat saraf tersebut hanya bertendensi pada politik kepentingan semata tanpa menonjolkan aspek Visi bakal calon kandidat yang akan diusung ketika maju sebagai kandidat.

Direktur Eksekutif The Tidore Institute Fahmi Ismail mengatakan pada periode ke depan tidore sangat membutuhkan pemimpin yang paham akan visi pembangunan berkelanjutan karena dalam beberapa periode kepemimpinan sebelumnya tidak ada sama sekali pembangunan yang signifikan yang dilihat di tidore, selain itu tidore butuh pemimpin yang paham akan visi pembangunan manusia khususnya anak muda karena dilihat dari angka statistik indeks pembangunan manusia di Kota Tidore masih rendah  dan tingkat pengangguran masih tinggi maka dari itu dalam pilkada kali ini Tidore tidak hanya butuh pemimpin yang asal jadi saja.

Lanjutnya visi pembangunan manusia salah satu yang perlu difokuskan adalam kualitas pemuda karena Pemuda dalam pembangunan adalah kolaborator dan inisiator, bukan objek dan target. Pemuda usia remaja saat ini akan menjadi bagian terbesar didalam angkatan kerja usia produktif di era bonus demografi yang diperkirakan akan terjadi pada kurun waktu 2020-2030.

Untuk dapat memanfaatkan momen langka yang terjadi sekali seumur hidup ini dengan baik, dibutuhkan pemetaan mengenai kuantitas dan kualitas sumber daya pemuda , artinya tanpa pendidikan yang cukup, kesehatan yang baik, dan skill yang berkemban, Tidore akan melewatkan begitu saja manfaat dari bonus demografi tanpa hasil yang maksimal dan saat ini Tidore sangat membutuhkan pemimpin yang paham akan tantangan bonus demografi tersebut, tutur fahmi saat ditemui awak media pada hari Minggu, (16/02/2020). (Adt).

Facebook Comments