Youtuber Rusuh di Zebra Cross Kampanye Hak-hak Pejalan Kaki

Youtuber Rusuh di Zebra Cross Kampanye Hak-hak Pejalan Kaki

- in Video
1559
Comments Off on Youtuber Rusuh di Zebra Cross Kampanye Hak-hak Pejalan Kaki
Youtuber Rusuh di Zebra Cross Kampanye Hak-hak Pejalan Kaki (Video)

Youtubers dengan nama VectroID melakukan aksi nekat dengan mengampanyekan hak-hak pejalan kaki di jalan raya, terutama dalam hal penggunaan zebra cross. Zebra cross merupakan tempat pejalan kaki menyeberang jalan sebagaimana di atur dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No.22 tahun 2009 tentang Hak-hak Pejalan Kaki.

Pada video yang diunggah pada 28 Juni tersebut tim VectroID terlihat menyuruh para pengendara motor yang berhenti di zebra cross. Mulai dengan mengimbau dengan menggunakan toa, mendorong motor pengendara ke belakang garis putih, menduduki motor pengendara yang sedang berhenti, hingga menaiki motor tersebut. Tindakan nekat mereka mengundang aksi balasan dari pengendara motor yang seperti tidak terima dengan aksi kampanye tersebut.

Pada aksi ke pengendara pertama, sang pengendara motor sempat memukul toa yang digunakan komunitas VectroID ini hingga batre toa terlepas dari tempatnya. Video yang diambil di kawasan Taman Untung Suropati, Jakarta ini, menurut aktivis dunia maya itu sudah diizinkan oleh kepolisian setempat. Di dalam video yang sudah dilihat lebih dari 70 ribu orang itu juga terlihat mobil polisi terparkir di dekat lokasi pengambilan gambar.

Para pemeran yang mengenakan baju merah, di akhir video juga terlihat terlibat pertengkaran mulut dengan pengendara yang tidak terima dengan aksi tersebut. Pembuat video duduk di bagian depan motor si pengendara. Pengendara motor yang terlihat emosi lantas menepikan motornya dan mereka terlibat cek cok mulut, hingga si pengendara tersebut melayangkan pukulan ke wajah kru VectroID. Tim tersebut memiliki empat metode dalam mengimbau, yaitu peringatan, sindiran, rusuh, cuek dan iseng di zebra cross.

Aksi ini sebenarnya positif yaitu untuk mengimbau para pengendara sepeda motor untuk berhenti di belakang garis putih zebra cross. Hal ini semata-mata dilakukan untuk menghormati hak-hak pejalan kaki. Tapi di Jakarta sendiri fenomena seperti ini butuh kebijaksanaan hukum, bahkan tidak jarang di lokasi yang sangat ramai karena macet, bahkan polisi sendiri yang menyarankan para pengendara motor untuk maju ke melebihi garis batas zebra cross.

Masalah ini tidak hanya ada pada pengendara motor, sebab para pejalan kaki juga tidak jarang yang nyeberang jalan sembarangan. Tim VectroID sudah melakukan kampanye dengan tujuan yang baik, dan akan lebih baik lagi jika tidak dilakukan dengan cara memancing emosi pengendara. Terlebih ada fungsi polisi seharusnya yang menertibkan pelanggaran-pelanggaran lalu lintas seperti itu, bukan masyarakat sipil. Di bawah ini kami nukilkan video tersebut, bagaimana pendapat Anda?

 

Facebook Comments