MP-BPJS Laporkan Edison ke Dewan Pengawas BPJS Kesehatan

MP-BPJS Laporkan Edison ke Dewan Pengawas BPJS Kesehatan

- in Daerah
1048
0

Visioner.id, Cirebon– Koordinator Cabang MP-BPJS Cirebon melaporkan kasus yang dialami peserta BPJS Kesehatan atas nama Cicih, dengan nomor peserta 0000067072555, pada Kamis (17/11/2016) terkait pembayaran tunai senilai 20 juta yang tidak menjadi tanggungan BPJS di Rumah Sakit Medimas Cirebon.

Cicih yang mendapat rujukan dari Puskesmas Kecamatan Lemah Wungkuk Kota Cirebon, ke Rumah Sakit Medimas Kota Cirebon oleh pihak Rumah Sakit langsung disarankan untuk masuk Operasi rawat inap guna pengambilan benjolan pada payudaranya, bahkan sempat menginap satu malam dan besoknya langsung diperbolehkan pulang guna menunggu hasil Laboratorium.

Dari hasil diagnosa Cicih mengindap kanker ganas, maka harus secepatnya dirujuk ke Bandung dan Cicih harus membayar tindakan di RS Medimas dengan biaya tunai sekitar 20 juta, rujukan dilakukan karena menurut informasi dr.Kamajaya Sp.B pihak RS Medimas belum memiliki spesialis bedah onkologi.

Berdasar keterangan dari pasien BPJS Cicih maka koordinator cab MP-BPJS CIREBON segera melaporkan kasus yg dialami peserta BPJS kesehatan Nomor 0000067072555 tersebut ke pusat dan oleh BPJS Pusat segera ditanggapi dengan baik laporan dari MP-BPJS tersebut.

Setelah permasalah teratasi dengan baik ini justru ada tindakan yang kurang baik dari Kadivre BPJS kesehatan Jabar yang membuat statmen dan menuduh apa yang dilaporkan oleh MP-BPJS itu tidak akurat dan mendeskriditkan.

Tuduhan yang dilakukan oleh Muhammad Edison, Kadivre V BPJS Kesehatan Jabar tersebut segera ditanggapi oleh Kordinator Nasional MP-BPJS dengan melaporkan Edison yang telah melakukan bias laporan dan cuci tangan atas kasus yang dialami oleh peserta BPJS ke Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Direksi BPJS Kesehatan hingga ke Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN RI) dan juga dilaporkan secara langsung kepada Ketua DPRD Provinsi Jabar.

Hery Susanto, Kordinator Nasional MP-BPJS menyesalkan dengan apa yang dilakukan oleh Edison. Seharusnya Edison tidak perlu melakukan hal tersebut karena permasalahan dari pasien BPJS sudah dapat tertangani dengan baik dan tidakan yang dilakukan oleh Edison itu diluar kewenangannya. (Vis/Jo)

Facebook Comments