Mangrove Terancam Mati, Jong Halmahera 1914 Kritik Sikap Pemda.

Mangrove Terancam Mati, Jong Halmahera 1914 Kritik Sikap Pemda.

- in Daerah
99
0

Visioner.id, Maluku Utara – Serangan hama ulat di kawasan hutan bakau (Mangrove) Desa Guaemaadu, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, menyebabkan ratusan pohon bakau (mangrove) terancam mati. Kondisi ini mengundang kritikan dari Jong Halmahera 1914 yang menganggap dinas terkait tak peduli terhadap kelangsungan lingkungan hidup.

Isra Muid, salah satu pengurus Jong Halmahera 1914 menuturkan, bahwa setelah mendapat laporan dari masyarakat setempat, kami langsung turun dan melihat kondisi hutan bakau tersebut. Kondisinya benar-benar kritis. Kami menyaksikan sendiri, ada serangan hama ulat yang memakan daun pohon mangrove dari satu pohon ke pohon lainnya. Hasilnya pohon bakau (mangrove) mengering dan terancam mati.

Lanjut Isra, kasus terancam matinya pohon bakau (mangrove) di pesisir desa Guaemaadu ini, sudah terjadi beberapa bulan yang lalu. Namun, sampai sekarang dinas terkait belum turun dan memastikan apa yang menyebabkan mengeringnya pohon-pohon bakau tersebut. Padahal pemandangan tak biasa ini akan terlihat jelas sekali, jika kita menuju ke pelabuhan Jailolo, atau sebaliknya. Jadi kami tak yakin, jika pemerintah daerah tak tahu menahu tentang kasus yang terjadi di pesisir Guaemaadu ini. Ketidakpedulian pemerintah daerah terhadap kasus ini, sama halnya pemerintah daerah tak miliki komitmen dalam menjaga kelangsungan lingkungan hidup.

Ditambahkan oleh Rian Samsudin, salah seorang masyarakat sekitar menjelaskan, bahwa pohon baku yang mengering serta menyisakan pohon dan cabangnya saja ini, terjadi sudah sekitar 1 bulan lebih, hampir masuk 2 bulan, jika tak salah. Rumah saya kan tepat berada di dekat pohon bakau, jadi saya dan keluarga setiap harinya harus membersihkan ulat yang masuk ke rumah dengan alat sapu. Kami jelas khawatir, jika ulat semakin banyak dan tak terkontrol, tentu dapat mengancam keselamatan kami. Jelasnya.

“Untuk itu kami berharap, pemerintah daerah dapat turun dan mencari solusi untuk membasmi ulat yang meresahkan masyarakat sekitar.” Tuturnya, pada hari Rabu, (23/09/2020). (*)

Facebook Comments