Pemerintah wajib tugaskan Pertamina Jual BBM Ramah Lingkungan

Pemerintah wajib tugaskan Pertamina Jual BBM Ramah Lingkungan

- in Default
230
0

Jakarta- Pandemi Covid-19 yang awalnya merupakan isu kesehatan, kini telah menghasilkan ikutan yang sangat akut di bidang ekonomi. Dari mulai PHK massal, penutupan pabrik-pabrik, goncangan terhadap supply and demand hingga terjadinya penurunan daya beli (konsumsi) masyarakat.

Menurut Aru Prayogi, Aktivis Peduli Lingkungan, Indonesia harus bisa belajar dari kasus pandemi ini dengan memulai memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya bahan bakar minyak (BBM) dengan nilai oktan tinggi yang ramah lingkungan guna menciptakan hidup sehat. Demikian disampaikan Aru dalam diskusi energi webinar sebagai narasumber yang bertemakan “Mendukung BBM Euro 4 Ramah Lingkungan” yang diselenggarakan Gagas Nusantara, Jakarta, Kamis (10/10/2020).

Romadhon, Direktur Gagas Nusantara sebagai penaggung jawab acara webinar menyambut baik langkah PT Pertamina untuk dukung BBM ramah lingkungan. Kita ketahui bersama dalam kampanye dukungan tersebut, Pertamina memberikan diskon harga Pertalite sebesar Rp. 1.200 per liter. Ini menunjukkan Pertamina konsisten mangawal isu lingkungan kearah lebih baik dan menyehatkan.

Diskusi ini diselenggarakan dalam rangka memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan di bidang energi untuk mengatasi masalah lingkungan dari penjualan BBM beroktan rendah dengan ron 88 seperti premium dan ron 90 pertalite yang sudah tidak layak lagi di produksi. Acara ini diikuti oleh puluhan peserta baik dari undangan aktivis cipayung dan maupun dari kalangan umum.

Berdasarkan penugasan dari pemerintah, saat ini Pertamina masih menyalurkan, menyediakan Premium dam pertalite di Indonesia. Selain itu, Pertamina juga menyediakan jenis BBM Umum yang meliputi Perta Series (Pertamax dan Pertamax Turbo) dan Dex Series (Pertamina Dex dan Dexlite).

“Di sisi lain, Pertamina juga dihadapkan pada regulasi lingkungan. Merujuk pada ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No 20 Tahun 2017, disyaratkan standar baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor sesuai dengan standar EURO 4 sehingga BBM yang digunakan untuk uji emisi agar minimal mengikuti RON minimal 91 atau CN minimal 51,” ungkap Aru.

Sesuai kesepakatan dunia dan pemerintah, setiap negara berupaya menurunkan emisi karbon dan mengurangi polusi udara. Salah satunya dengan menggunakan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.

Oleh sebab itu, Pertamina juga terus melakukan edukasi dan mendorong konsumen agar beralih menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan. “Seperti yang sudah kita rasakan sejak PSBB, langit biru dan udara lebih baik, untuk itu kami mengajak dan mendorong masyarakat dalam webinar ini untuk menggunakan produk yang lebih berkualitas,” katanya.

“Kita seharusnya mengikuti aturan Kementerrian LHK,
dengan menggunakan BBM ramah lingkungan. Tapi, faktanya masih ada komponen masyarakat yang membutuhkan BBM Ron 88 (Premium),” kata Nia (salah satu peserta webinar yang mengingatkan semua untuk mengikuti dan melaksanakan UU lingkungan tsb)

Aru juga mengingatkan, Indonesia sudah teken Paris Agreement bahkan dirativikasi menjadi UU. “Intinya, bauran penggunaan energi baru terbarukan harus terus ditingkatkan dan mengurangi penggunaan BBM yang tidak ramah lingkungan. Kita perlu mengurangi bahkan tidak mengonsumsi BBM Ron 88 dan 90 yang sangat mencemari lingkungan,” tutur Aru.

Sementara, kendaraan di negara jiran Malaysia sudah menggunakan Euro 4 yang lebih bersih dan ramah lingkungan. “Maka sebagai kesepahaman kami mengajak sekali lagi perlu adanya komitmen dalam penutup diskusi ini untuk mendukung dan mendorong masyarakat Indonesia menggunakan BBM ramah lingkungan,” pungkasnya.

Facebook Comments