KLASTER COVID BARU DI JOMBANG, HMI: PEMERINTAH HARUS LEBIH SERIUS

KLASTER COVID BARU DI JOMBANG, HMI: PEMERINTAH HARUS LEBIH SERIUS

- in Default
234
0

Kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Jombang per 26 September 2020 sudah mencapai angka 853 kasus dan kemungkinan terus akan bertambah. Bertambahnya kasus pasien positif ini akan terus menambah keresahan bagi masyarakat Jombang. Terlebih ada penambahan klaster baru yang memungkinkan akan semakin cepat penularannya.

Kasus baru dari klaster Pondok Pesantren yang sampai saat ini masih ditutup-tutupi oleh Pemerintah Kabupaten Jombang dan Juga pengasuh Pondok Pesantren tidak akan menjadi lebih baik. Dikutip dari Media Kabar Jombang, Informasi yg sudah beredar Sebanyak 60 santri di Jombang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Dan diisolasi di Gedung Apartemen Mahasiswa (Aparma) Unipdu Peterongan, Jombang sejak tiga hari lalu.

Penambahan klaster baru menjadi perhatian sejumlah pihak, salah satunya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jombang, Abdul Fatah Yasin sebagai Ketua Umum menanggapi adanya klaster baru, dia mengatakan, bertambahnya klaster pondok pesantren (Ponpes) tidak bisa dianggap remeh, karena ponpes tempat belajar dan berkumpulnya santri, sehingga penularannya bisa sangat cepat jika tidak segera ditangani.

“Jika ponpes sudah menjadi klaster baru penularan Covid 19, ini akan mempercepat penularan Covid 19 karena ponpes menjadi tempat belajar dan berkumpulnya puluhan ribu santri, jika ini tidak cepat ditangani oleh pengasuh dan pemerintah, bisa mempercepat penularannya,” ujarnya.

Selain itu dia menyampaikan, Keterbukaan pengasuh pondok pesantren dan peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam upaya penanganan dan pencegahan covid 19.

“Pengasuh Pondok Pesantren harus legowo dan terbuka agar kasus Covid 19 di pondok pesantren di jombang segera tertangani dengan baik, terlebih kepada santri yang bermukim di Pondok. Penambahan klaster Ponpes akan berpengaruh terhadap aktifitas belajar mengajar di lingkungan Ponpes dan menambah keresahan bagi wali santri.” Imbuhnya.

“Kami juga meminta pemerintah agar lebih serius menangani pandemi COVID-19 dan kami memohon kepada pengasuh ponpes untuk terbuka agar kita semua bisa bersama-sama bergotong royong dengan Pemerintah, santri, dan juga masyarakat Jombang, semua itu perlu dilakukan untuk memutus mata rantai Covid 19.” Pungkasnya.

Facebook Comments