SP TKBM Indonesia Kecam Pengusiran Buruh di JICT

SP TKBM Indonesia Kecam Pengusiran Buruh di JICT

- in Default
174
0

Jakarta – Kebahagiaan seluruh warga dunia khususnya Indonesia dalam menyambut awal tahun 2021 ditengah pandemi dirasa berbeda. Seperti yang disampaikan oleh Serikat Pekerja Tenaga Bongkar Muat (SP TKBM) Indonesia.

Menurut Ketua SP TKBM Indonesia, Yusron Effendi, sejumlah buruh angkut di pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT) saat hendak bekerja keluar lapangan dijemput oleh pihak Security JICT karena larangan masuk bekerja.

“Buruh TKBM di JICT di jemput security disaat bekerja untuk keluar lapangan ada yang dilarang masuk untuk bekerja sesuai jadwal yang ditetapkan sebelumnya,” sampainya (04/01/2021).

Dirinya prihatin atas kejadian yang terjadi di JICT atas tindakan yang dirasa tidak manusiawi, saat seharusnya bekerja namun diusir paksa bahkan dilarang masuk bekerja, yang akhirnya hal itu dapat memicu para pekerjanya kelaparan.

“Kejadian di JICT berawal dari beredarnya informasi pelarangan kerja yang berdasarkan via WA sesama TKBM. Dimana beredar Memo internal Pjs. SM Operasional JICT yg memuat perintah pelarangan bagi 10 orang yg di rasionalisasi atau dengan bahasa lain Peremajaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yusron yang juga ketua Advokasi di Koperasi KS TKBM tg. Priok paparkan, hal ini sangat menyakitkan dan tidak menghargai orang yang bekerja ber bertahun-tahun.

“Sudah bertahun-tahun mereka bekerja untuk membantu memberikan keuntungan perusahan dan hanya dengan cara demikian Itu namanya ngusir dengan kasar. Perlu disadari bahwa buruh TKBM pelabuhan itu bukan vendor tapi berdasarkan peraturan dan perundangan yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Pihaknya juga mendesak Manajemen JICT untuk melakukan itikad baik terhadap kejadian tersebut. Terlebih sebelumnya, sejak September 2020 serikat buruh telah mengirimkan surat resmi ke direktur utama namun tidak di indahkan.

“Hingga kini padahal surat tersebut merupakan ajakan mengkondusifkan pelabuhan dan mencari solusi atas masalah-masalah yang akan timbul dikemudian hari seperti saat ini,” pungkasnya.

Reporter : Aru Prayogi

Facebook Comments