DPR PAN Minta Risma Hentikan Parodi Pencitraan Ugal-Ugalan

DPR PAN Minta Risma Hentikan Parodi Pencitraan Ugal-Ugalan

- in Default
38
0

Jakarta: Anggota DPR RI dari fraksi PAN, Ahmad Yohan, meminta menteri sosial, Tri Risma Maharani berhenti melakukan parodi pencitraan ugal-ugalan.

“Risma sebaiknya fokus ke penanganan Bansos pasca skandal korupsi yang melibatkan Mensos sebelumnya”, tegas Yohan saat dijumpai di bilangan Tebet Jakarta pada Rabu (06/01).

Yohan yang juga merupakan Ketua umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) ini menilai, hal paling urgen saat ini adalah menata ulang mekanisme dan struktur organisasi kerja Bansos. Agar bantuan yang diterima rakyat tidak seburuk sebelumnya. Bu Risma harus fokus mengurus mitigasi sosial terkait dampak pandemi.

“Di tengah-tengah kondisi negara yang ruwet, bu Risma tak pantas melakukan parodi pencitraan yang tidak perlu. Jangan menyelam di air keruh. Ia bukan lagi Walikota Surabaya. Saat ini dirinya menteri sosia”, ingat Anggota legislatif yang biasa disapa Ayo ini.

“Tak ada manfaatnya bagi rakyat yang saat ini tengah menghadapi situasi sulit saat pandemi dengan parodi pencitraan. Pilgub DKI masih Jauh” ujarnya.

Skala kerja Risma, ungkap Yohan, meliputi urusan sosial nasional. Risma bukan menteri sosial DKI Jakarta. Yang ditemukan Risma itu level tupoksinya Lurah atau Kepala Desa. Apalagi temuannya terkait tunawisma di Kawasan Sudirman itu tidak bisa diverifikasi,apakah itu warga Jakarta atau bukan.

Yohan juga mengingatkan bahwa, Jakarta ini episentrum kegiatan ekonomi. Penduduk dari daerah satelit seperti Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi itu siang hari melakukan mobilisasi ke Jakarta untuk mengais rejeki. Itu sebabnya, secara demografi, jumlah penduduk di Jakarta saat siang dan malam hari berbeda.

“Sekelas menteri, mestinya Risma mengetahui hal-hal teknis seperti ini, sehingga tidak asal comel. Apalagi sampai dijumpai Tunawisma di kawasan Sudirman-Thamrin itu tidak masuk akal. Disitu kawasan perkantoran dan bisnis. Bukan pemukiman. Saya kira hasil temuan blusukan Risma itu tidak terverifikasi dan syarat dangan drama” tutupnya. (SS)

Facebook Comments