Forum Mahasiswa Madura Kecam Rencana Pemerintah untuk Impor Garam

Forum Mahasiswa Madura Kecam Rencana Pemerintah untuk Impor Garam

- in Default
224
0

Visioner.id – Jakarta

Ketua Umum Forum Mahasiswa Madura (FORMAD) Jabodetabek, Mohammad Gazali mengecam keputusan pemerintah untuk mengimpor garam tahun ini. Ia menilai pemerintah tidak serius dengan swasembada yang sering digaungkan pemerintah.

“Swasembada hanya bicara semata, tidak ada tindakan. Rakyat disuguhi harapan palsu, dininabobokan, tetap impor juga”. Kata Gazali dalam keterangannya (16/03).

Gazali menilai, pemerintah tidak mendengar jeritan petani yang stok garamnya masih mandek di gudang penyimpanan karena harga anjlok dan tidak ada pendampingan pemerintah.

“Pemerintah tidak memperhatikan jeritan petani selama ini. Di Jawa maupun Madura, garam banyak yang tak terdistribusi krn masih ada impor. Jika pemerintah serius untuk swasembada harusnya impor ini tak terjadi”. Ungkap Gazali yang juga putra asli Pulau Garam, Madura.

Lebih lanjut, Gazali menyinggung soal pernyataan pemerintah yg menyerukan benci produk asing yang menurutnya hanya seruan penghibur, tidak benar-benar merealisasikan kecintaan terhadap produk dalam negeri.

“Katanya disuruh benci produk asing, mana? Kok tetap Impor! Produk dalam negeri gak mau diperhatikan atau dikembangkan? Harusnya pemerintah fokus pada pendistribusian garam lokal yang masih stagnan di gudang petani, jangan melulu berpikir impor, impor, dan impor” Tutup Gazali dengan kecewa.

Gazali juga menyerukan Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, untuk turun ke Madura. Melihat langsung petani dan stok garamnya di sana.

“Cobalah Pak Menteri turun ke Madura. Melihat langsung petani di sana. Lebih dari enam ribu petani garam itu terpuruk karena hasil panennya tak terserap pasar”. Ungkap Gazali.

Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah kembali memutuskan untuk mengimpor garam tahun 2021 dalam rapat Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi pada beberapa waktu yang lalu.

“Impor garam sudah diputuskan dalam rapat Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian)”. Kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, seperti dikutip Antara (14/03/2021).

Facebook Comments